Update Ebook Terbaru : Buku 1 PLN : Kriteria Disain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ||Buku 2 PLN : Standar Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik || Buku 3 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Rendah Tenaga Listrik || Buku 4 PLN : Standar Konstruksi Gardu Distribusi dan Gardu Hubung Tenaga Listrik || Buku 5 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik || Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Buka Menu Ebook Download Page-2
Print Friendly and PDF
Tampilkan postingan dengan label instrument. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label instrument. Tampilkan semua postingan

Konstruksi dan penggunaan kabel tanah bagian 01

Kabel NYY dan NAYY

 
1. Kabel tanah berisolasi dan berselubung termoplastik

  • Tipe kabel jenis ini adalah : NYY, NAYY.
  • Tegangan nominal 0,6/1 kV dan 3,6/6 kV
  • Jumlah inti :
    • Tegangan nominal 0,6/1 kV : 1-4
    • Tegangan nominal 0,6/1 kV : 3
  • Luas Penampang 
    • Tegangan nominal 0,6/1 kV : 1,5 …. 400 mm
    • Tegangan nominal 0,6/1 kV : 2,5 …. 400 mm
    • Jika berinti tunggal bisa sampai 500 mm
  • Perlindungan/penghantar konsentris : Tanpa 
  • Penggunaan utama :
    • Kabel tenaga : Di dalam ruang, saluran kabel, dan di alam terbuka, untuk mesin tenaga, lemari penghubung, instalasi industri bila diharap kan tidak terjadi kerusakan mekanis.
    • Bila berinti banyak (lebih dari 5) untuk kabel kontrol.
  • Penggunaan dengan pembatasan
    • Dalam tanah dengan pelindung bila diperhitungkan kemungkinan terjadi kerusakan mekanis.
    • Dengan NAYY disyaratkan tindakan pengamanan khusus.
    • Bila paralel dengan kabel tenaga atau penghantar udara TM dan TT perlu diperhatikan pengaruhnya
Kabel NYBY dan Kabel NAYBY


2. Kabel tanah berisolasi dan berselubung termoplastik dengan perisai pita baja

  • Tipe kabel jenis ini adalah : NYBY, NAYBY.
  • Tegangan nominal 0,6/1 kV dan 3,6/6 kV
  • Jumlah inti :
    • Jenis kabel NYBY
      • 2-4
      • 3 dan 4
      • 3 dan 4
      • 1
    • Jenis kabel NAYBY
      • 2-4
      • 3 dan 4
      • 3 dan 4
      • 1
  • Luas Penampang  :
    • Jenis kabel NYBY
      • 2-4        : 4…… 400 mm
      • 3 dan 4  : 25……400 mm
      • 3 dan 4  : 25……400 mm
    • Jenis kabel NAYBY
      • 2-4        : 25……400 mm
      • 3 dan 4  : 35……400 mm
      • 3 dan 4  : 35……400 mm
      • 1           : 10……400 mm
  • Perlindungan/penghantar konsentris 
    • Jenis kabel NYBY : Dobel perisai pita baja yang digalvaniskan
    • Jenis kabel NAYBY : Dobel perisai pita aluminium
  • Penggunaan utama :
    • Di dalam ruang, saluran kabel, dan di dalam tanah untuk instalasi industri dan lemari penghubung, serta untuk mesin tenaga bila mungkin terdapat gangguan mekanis ringan.
  • Penggunaan dengan pembatasan :
    • Dalam tanah dengan pelindung bila diperhitungkan kemungkinan terjadi kerusakan mekanis.
    • Dengan NAYY disyaratkan tindakan pengamanan khusus.
    • Bila paralel dengan kabel tenaga atau penghantar udara TM dan TT perlu diperhatikan pengaruhnya
Kabel NYFGbY dan NAYFGbY

Kabel NYRGbY dan NAYRGbY


3. Kabel tanah berisolasi dan berselubung termoplastik dengan perisai kawat bajaKabel tanah berisolasi dan berselubung termoplastik dengan perisai kawat baja

  • Tipe kabel jenis ini adalah 
    • Tembaga : NYFGbY, NYRGbY
    • Alumunium : NAYFGbY, NAYRGbY
  • Tegangan nominal 0,6/1 kV dan 3,6/6 kV

Mengenal kabel tanah thermoplastik berperisai

Kabel Tanah Berperisai

Setelah mengenal kabel tanah thermoplastik tanpa perisai, pada tulisan sebelumnya. Berikutnya adalah kabel tanah thermoplastik dengan perisai atau berperisai.

Jenis Kabel yang paling banyak digunakan alalah NYFGbY dan NYRGbY. Kabel tanah thermoplastik berperisai dirancang khusus untuk instalasi tetap dalam tanah yang ditanam langsung tanpa memerlukan perlindungan tambahan.

Lampu Neon dan Cara Kerjanya


 Pada ulasan terdahulu telah dibahas mengenai Lampu Pijar, dan sejarah lampu Neon. Lebih jauh tentang lampu Neon, akan dibahas lebih mendetail dan lebih dalam.

Sebelumnya sudah kenal dengan lampu pijar, maka kita bandingkan antara lampu pijar dan lampu neon. Apa perbedaanya? dan bagaimana ciri sebuah lampu neon, yuk ikuti ulasan ringkas berikut. 

Dibandingkan dengan lampu pijar, lampu neon 3 hingga 5 kali lebih efesien, dan dapat bertahan atau memiliki lifetime lampu hingga 10 sampai 20 kali lebih awet. Apa buktinya, berikut perbedaan :

Mengenal Kode International Protection atau Ingress Protection

Contoh Nameplate

Pernahkah kita perhatikan kode-kode pada Nameplate motor induksi ..? Apakah maksud dari kode-kode tersebut. Kali ini kita akan membedah secara ringkas maksud dan tujuan dari kode kode tersebut, khususnya berkaitan dengan Kode International Protection atau dikenal juga dengan istilah INGRESS PROTECTION (IP). Sehingga bisa memahami, mana peralatan yang tahan debu, tahan air, dan lain lainnya. Yuk ikuti tulisan ini..

Memahami sensor RTD (Resistance Temperature Detector)

Sensor RTD

Memahami sensor RTD (Resistance Temperature Detector) sebagai bagian dari sensor suhu atau temperatur. Apa pengertian atau definisinya, prinsip kerja, tipe konfigurasi Elemen sensor, Konfigurasi wire dan kekurangan maupun kelebihannya. 

Tips untuk membuat Wiring Diagram dari Panel atau Instalasi Listrik

 

Panel dan Instalasi Listrik

Sebagai Teknisi, mungkin kita pernah mengalami kesulitan saat troubleshoot masalah di Panel listrik maupun instalasi. Ya.. gambar wiring tidak ada, terpaksa kita mengurut kembali satu persatu jalur instalasi, atau koneksi dari part/komponen satu ke komponen lainnya. Begitulah keadaan apabila ini terjadi. Dan idealnya memang suatu instalasi dan Panel listrik memiliki gambar wiring diagramnya. 

Pedoman dalam merancang diagram kawat atau Wiring Diagram

Wiring Diagram

Definisi dan tips membaca wiring diagram, pada tulisan sebelumnya. Berikutnya apabila kita akan merancang suatu diagram kawat atau wiring, bagaimana panduannya, atau kriterianya agar wiring yang dibuat sesuai standar.


Berikut adalah Pedoman dalam merancang Wiring Diagram :

Tips Membaca Wiring Diagram

Gambar Wiring Diagram
 

Wiring Diagram dalam dunia teknik, sering kita temui gambar gambar, yang berisi simbol simbol, garis garis, kode kode tertentu. Misalnya dalam Wiring diagram sebuah Panel Listrik, Wiring diagram instalasi gedung, dan lain lainnya. Bagaimana cara membaca dengan mudah wiring diagram, melalui tulisan kali ini akan di uraikan secara singkat tips membaca wiring diagram.

Memahami Sensor Termokopel

Thermokopel tipe K dan tipe S

Memahami 
Sensor Termokopel , sebagai bagian dari sensor thermal atau temperatur. Termokopel banyak digunakan di pada industri, mulai dari sistem otomasi di pabrik, proses kontrol, otomotif, manufaktur dan lain lain.




Definisi Termokopel Sensor

Definisi yang pernah di tulisan sebelumnya yaitu Thermo adalah kepanjangan dari thermometer dan couple sendiri dikarenakan sensor thermocouple terdiri dari dua kabel yang berlainan jenis yang disatukan di salah satu ujungnya. Kedua kabel ini akan menghasilkan beda potensial ketika mengalami kenaikan maupun penurunan suhu. Perbedaan potensial inilah yang nantinya akan dibaca sebagai nilai dari thermocouple itu sendiri.

Memahami Sensor Mekanis - LVDT (Linear variable Differential Transformer)

LVDT Sensor
Sensor mekanis, seperti yang pernah di uraikan singkat dalam Mengenal Klasifikasi Sensor, Untuk lebih memahami akan diuraikan mulai dari Sensor LVDT.



Apa Itu LVDT..?

Seperti yang sudah di jelaskan pada tulisan sebelumnya, LVDT (Linear variable Differential Transformer) yaitu sensor perpindahan yang akan mengubah posisi atau perpindahan linear dari referensi mekanik menjadi sinyal listrik yang sebanding dengan fase dan amplitude.

Mengenal klasifikasi Sensor

Industrial Sensor

Berikutnya bab Sensor, mengenal klasifikasi sensor dari sekian banyak macam sensor, dapat dibagi atau di klasifikasikan berdasarkan fungsi dan penggunaannya, ada 3 bagian, yaitu :




1. Sensor Thermal (Panas)

Pengertian sensor thermal atau panas di definisikan sebagai sensor untuk mendeteksi perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi objek atau dimensi ruang tertentu.


Contohnya, dan sedikit di uraikan khususnya yg sering digunakan :

Jenis Sensor dan Transduser

Modern Robot

Kemajuan teknologi sangat cepat, begitu juga dengan perkembangan sensor dan transduser . Suatu sistem otomasi yang dibuat semakin komplek maka semakin banyak jenis sensor yang digunakan.




Ada dua kategori sensor, yaitu :

  • Internal Sensor
Yaitu sensor yang di pasang pada intenal atau didalam sistem otomasi, seperti sensor untuk mengamati posisi, kecepatan, dan akselerasi  berbagai sambungan mekanik pada robot, dan merupakan bagian dari mekanisme motor servonya.

Komponen komponen Panel Kapasitor Bank

Masih lanjut, seri belajar atau mereview kembali mengenai kapasitor, aplikasi dan pengggunaanya. Kita lihat pemasangan instalasi kebanyakan menggunakan metode 1, yaitu Global Compensation. Dan apa saja isi dari panel kapasitor bank ini, yuk di break down part per part berikut dengan uraian secara singkatnya :



 





1. Main switch / load Break switch

Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban . Main switch atau breaker utama ini merupakan peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.  

Metode Pemasangan Instalasi Kapasitor

Kapasitor, untuk review kembali teori dasar segitiga daya dan penggunaannya dalam perbaikan faktor daya. 

Berikutnya dalam instalasi jaringan listrik penggunaan kapasitor, dapat di klasifikasikan atau dibagi menjadi 3 metode, yaitu :


1. Global Compensation

Atau di sebut juga pemasangan secara terpusat. Dalam suatu instalasi kapasitor dengan metode ini kapasitor dipasang di induk panel ( MDP = Main Distribution Panel).

Dengan metode ini besarnya arus yang turun dari pemasangan hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Namun arus setelah MDP tidak turun maka dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. 

Minimal ada dua kelebihan dari metode ini yaitu :

  1. Pemanfaatan kompensasi daya dari kapasitor lebih baik karena beban tidak bekerja secara bersamaan 
  2. Biaya untuk perawatan dari kapasitor lebih rendah.
Berikut ilustrasi metode global compensation.


Metode 1. Global Compensation


2. Sectoral Compensation

Metode ini di sebut juga metode Group Compensation, Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP (Sub Distrubution Panel). Metode ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP dan SDP cukup berjauhan.

Kelebihan dari metode ini yaitu biaya pemasangan yang rendah tetapi kapasitas pemasangan dapat dipakai sepenuhnya namun kelemahannya adalah pemasangan kapasitor bank pada setiap Panel subdistribusi (SDP) apalagi jika jumlahnya banyak dan hanya memberikan kompensasi secara upstream atau Jaringan sebelumnya. Untuk ilustrasi berikut gambarannya,


Metode 2. Group/Sectoral Compensation

3. Individual Compensation

Metode ini dilakukan dengan memasang kapasitor pada setiap beban, khususnya yang memiliki daya yang besar. Metode ini lebih baik karena langsung terpakai
oleh beban langsung sehingga bisa lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. 

Namun ada kekurangannya yaitu :
1. Harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor sehingga mengurangi nilai estetika. 
2. Biaya mahal, Jika beban dipasang sampai banyak
3. Kapasitor tidak sepenuhnya digunakan atau terpakai
4. Arus transien tinggi karena pensaklaran (kapasitor ON) yang bersamaan.

Berikut ilustrasinya,


Metode 3. Individual Compensation

Demikian metode pemasangan instalasi kapasitor dalam jaringan instalasi listrik.

Moga Bermanfaat ...

Kapasitor untuk memperbaiki Faktor Daya

Setelah mengetahui dasar dari segitiga daya, pada tulisan sebelumnya. Berikutnya kita masuk ke aplikasinya, yaitu kapasitor untuk memperbaiki faktor daya.

Sistim distribusi listrik khususnya yang menggunakan daya PLN > 200 KVA, sudah diwajibkan untuk menggunakan kapasitor bank untuk memperbaiki faktor dayanya, jika tidak maka akan ada tagihan tambahan yaitu nilai KVARH yang di bebankan ke pelanggan. Namun untuk pelanggan TR atau < 200 KVA tidak di wajibkan, tapi boleh jika ingin menggunakan.

Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang kapasitor pengkoreksi faktor daya pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri. Kapasitor bertindak sebagai pembangkit daya reaktif dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas.

Bagaimana contohnya..? yuk ikuti uraian singkat berikut.

Pembagian jenis MCB berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya

Setelah mengenal apa itu MCB pada tulisan sebelumnya, berikutnya masuk ke jenis MCB berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya. 

Yuk kita kenali MCB yang biasa digunakan. Sehingga penggunaannya tepat dan safety dari peralatan yang digunakan dapat terpenuhi.




Berikut tipe tipe atau pembagian jenis MCB  berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya.

MCB tipe B

Tipe B banyak digunakan di instalasi listrik perumahan maupun industri ringan. Tipe ini memiliki karakteristik yaitu akan trip jika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal MCB). 

Misalnya jika pada MCB tertulis arus maksimumnya 6 A, maka MCB akan trip antara 18 A sampai dengan 30 A. 

Mengenal Miniature Circuit Breaker (MCB) simbol dan bagian bagiannya

Miniature Circuit Breaker (MCB) adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. 

Atau dengan istilah mudahnya bisa di definisikan MCB adalah sebuah pemutus tenaga arus bolak balik yang bekerja pada frekuensi 50/60 Hz tegangan 230/400 V, arus nominal tidak lebih dari 125 A, dan kapasitas hubung singkat nominal tidak lebih dari 25 kA.
Gambar.1. Miniatur Circuit Breaker

Mengenal V-Belt Tipe Transmisi tanpa Friksi

Timing Belt

Setelah mengetahui dan mengenal V belt tipe transmisi dengan friksi, bagian 1 dan bagian 2, kita kemudian lanjut ke V belt tipe transmisi tanpa friksi.

Timing belt merupakan teknik sinkronisasi tingkat lanjut atau lebih advanced, memiliki kelebihan, namun juga ada kekurangannya. 

Mengenal V-Belt Tipe Transmisi dengan Friksi bagian 2

Setelah mengenal tipe standar dan tipe sempit di tulisan sebelumnya, berikutnya lanjut ke  tipe V belt tipe transmisi dengan friksi :


3. Tipe Narrow Belt

Tipe ini sebenarnya hampir sama dengan Wedge Belt, seperti yang sudah di uraikan secara singkat di tulisan sebelumnya, bahkan tipe ini bisa dijadikan sebagai pengganti wedge belt.

SPZ Narrow belt

Tipe Narrow Belt di tandai dengan kode SPA, SPB, SPC, SPZ.

Mengenal V-Belt Tipe Transmisi dengan Friksi bagian 1


Sesuai penggunaan dan kebutuhan yang digunakan, V belt memiliki beberapa jenis dan tipe yang biasanya di bedakan dengan kode dan bentuk dari V belt itu sendiri.


Selain tipe konvensional dan Cogged (bergigi) berdasarkan dari perbedaan konstruksinya. V belt bendasarkan bentuk dan kegunaaannya di bagi menjadi 2 tipe yaitu tipe transmisi dengan friksi dan tipe transmisi tanpa friksi. Pada tulisan kali ini akan di uraikan secara singkat V belt tipe Transmisi dengan friksi.


Tipe Transmisi dengan Friksi

1. Tipe Standar

V Belt tipe standar, di tandai dengan kode huruf A,B,C,D, E, M, MF dan K. Tipe jenis ini paling banyak di gunakan di industrial dan pertanian. 

 
close