Print Friendly and PDF

Mengenal klasifikasi Sensor

Industrial Sensor

Berikutnya bab Sensor, mengenal klasifikasi sensor dari sekian banyak macam sensor, dapat dibagi atau di klasifikasikan berdasarkan fungsi dan penggunaannya, ada 3 bagian, yaitu :




1. Sensor Thermal (Panas)

Pengertian sensor thermal atau panas di definisikan sebagai sensor untuk mendeteksi perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi objek atau dimensi ruang tertentu.


Contohnya, dan sedikit di uraikan khususnya yg sering digunakan :

  • Sensor bimetal :  jenis sensor suhu atau saklar (switch) elektro mekanis yang terbuat dari dua buah lempengan logam (bimetal) yang memiliki koefisien muai yang berbeda dan di rekatkan menjadi satu yang berbeda koefisien muainya (α) yang direkatkan menjadi satu. Tingkat pemuaian yang berbeda dari dua logam tersebut akan menghasilkan gerakan mekanis melengkung ketika strip atau lempengan bimetal tersebut terkena panas.

Sensor jenis ini banyak kita temui di mesin pendingin, freezer.


  • Sensor termistor: satu jenis Resistor yang nilai resistansi atau nilai hambatannya dipengaruhi oleh Suhu (Temperature). Thermistor atau “Thermal Resistor” yang artinya adalah Tahanan (Resistor) yang berkaitan dengan Panas (Thermal). Thermistor terdiri dari 2 jenis, yaitu Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient).

Sensor jenis ini banyak kita temui di AC, Televisi, Monitor PC dan sebagainya.

 

  • Sensor termokopelThermo adalah kepanjangan dari thermometer dan couple sendiri dikarenakan sensor thermocouple terdiri dari dua kabel yang berlainan jenis yang disatukan di salah satu ujungnya. Kedua kabel ini akan menghasilkan beda potensial ketika mengalami kenaikan maupun penurunan suhu. Perbedaan potensial inilah yang nantinya akan dibaca sebagai nilai dari thermocouple itu sendiri.

Sensor jenis ini banyak kita temui untuk pengukuran temperatur/suhu dalam pipa boiler, pipa aliran fluida, gas, dll.

 

  • Sensor RTD : singkatan dari Resistance Temperature Detector adalah sensor suhu yang pengukurannya menggunakan prinsip perubahan resistansi atau hambatan listrik logam yang dipengaruhi oleh perubahan suhu. 

Sensor jenis ini banyak kita temui untuk tungku bahan bakar, inchinerator, dll.


 b.   Sensor mekanis

Pengertian sensor mekanis didefinisikan sebagai sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan, aliran, level dsb.


Contoh aplikasi yg biasa digunakan :  

  • Sensor Linear Variable Deferential Transformer (LVDT) : sensor
    LVDT Sensor

    perpindahan yang akan mengubah posisi atau perpindahan linear dari referensi mekanik menjadi sinyal listrik yang sebanding dengan fase dan amplitude.

Aplikasi sensor LVDT, salah satunya untuk Sensor level fluida : yaitu digunakan untuk menentukan posisi atau ketinggian permukaan suatu zat cair. biasanya digunakan pada sensor pendeteksi banjir atau pengukur ketinggian permukaan air  sungai.


  • Sensor Strain Gauge : sensor yang digunakan untuk mengukur berat atau beban dari suatu benda (obyek) dalam ukuran besar. Sensor strain gauge adalah grid metal-foil yang tipis yang dilekatkan pada permukaan dari struktur. Apabila komponen atau struktur dibebani, terjadi strain dan ditransmisikan ke foil grid. Tahanan foil grid berubah sebanding dengan straininduksi beban.

Aplikasi sensor ini, biasanya untuk keperluan mengukur berat/timbangan seperti : 

  • pengukur berat badan digital 
  • timbangan Digital pada kapasitas berat yang diangkut oleh bus, truck, dll.  
  • Mengukur batas maksimal tumpangan pada lift

 

  • Sensor proximity atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sensor
    Proximity Sensor

    Jarak adalah sensor elektronik yang mampu mendeteksi keberadaan objek di sekitarnya tanpa adanya sentuhan fisik. Dapat juga dikatakan bahwa Sensor Proximity adalah perangkat yang dapat mengubah informasi tentang gerakan atau keberadaan objek menjadi sinyal listrik.


 

Aplikasi sensor ini, biasanya di industri banyak digunakan dalam hal otomasi, mendeteksi gerakan benda/objek. Atau di aplikasi sering kita lihat adalah palang parkir otomatis di tempat parkir, dll.

 

 c.   Sensor optik (cahaya)

Pengertian sensor optic atau sensor cahaya didefinikasikan sebagai sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan.


Contoh aplikasi yg biasa digunakan :  

  • Sensor photo cell : Sensor cahaya atau fotosel mendeteksi ketika jumlah
    Light Sensor

    cahaya mencapai ambang sensor, itu akan mengaktifkan atau akan menonaktifkan  saklar. 

Aplikasi untuk sensor photocell:

  • Otomatis pencahayaan luar ruangan, seperti di rumah atau taman/lampu jalan dll

 


  • Sensor photo transistor : Photo transistor merupakan jenis transistor yang bias basisnya berupa cahaya infra merah. Besarnya arus yang mengalir di antara kolektor dan emitor sebanding dengan intensitas cahaya yang diterima photo transistor tersebut
Aplikasi untuk sensor photo transistor:
  • penghitung counter dengan inframerah
  • saklar dengan inframerah

 

  • Sensor photo voltaic : yaitu sensor cahaya yang dapat mengubah perubahan besaran optik (cahaya) menjadi perubahan tegangan. 
Aplikasi adalah solar cell.

  • Sensor pyrometer optic : adalah sensor yang pengukuran temperaturnya menggunakan prinsip pancaran radiasi benda panas atau  pantulan radiasi panas dari benda yang terukur. 
Aplikasi Sensor ini digunakan untuk misalnya untuk area yang sulit dijangkau dan temperature yang sangat tinggi, misalnya di peleburan logam, yang panasnya bisa mencapai 850 C.

 

Demikian penjelasan singkat mengenal klasifikasi sensor, contoh dan uraian belum terlalu detail dan mendalam. Akan dikaji lebih lanjut dalam tulisan berikutnya.


Moga bermanfaat ..  


0 komentar:

Posting Komentar

 
close