Print Friendly and PDF
Mengenal kode international protection (IP)

International Protection atau disebut juga Ingress Protection, selanjutnya di singkat menjadi IP, adalah....

Memahami Sensor Termokopel

Memahami Sensor Termokopel , sebagai bagian dari sensor thermal atau temperatur. .

Keselamatan kerja pada penggunaan Alat Ukur Listrik

Alat listrik, sudah kita ketahui secara umum fungsi dan prinsip kerjanya dari posting sebelumnya. Kali ini akan membahas dari sisi keselamatan kerja saat penggunaan alat listrik tersebut.

Metode Pemasangan Instalasi Kapasitor

Dalam instalasi jaringan listrik penggunaan kapasitor, dapat di klasifikasikan atau dibagi menjadi 3 metode, yaitu :

Pengertian Charger Jenis dan Aplikasinya

Charger..? Jaman Now pasti semua orang tahu tentang charger...

Mengenal Nomenklatur kabel

Kode kode Kabel Listrik


Pernah memperhatikan kode kode kabel..? Dalam kegiatan sehari hari teknisi, sering menemui berbagai macam jenis kabel, sesuai dengan peruntukkannya. Untuk itu perlu salah satu pengenalan mengenai nomenklatur kabel, agar bisa tahu jenis, ukuran peruntukkan dan lain sebagainya.


Panduan dasar kode/Nomenklatur pada kabel listrik :

Mengenal jenis kabel NYA

Kabel NYA


Kabel NYA..? Apakah sama dengan jenis NYAF? untuk menjawab ini, coba kita bandingkan definisi kabel NYAF, seperti tulisan sebelumnya

Berikut definisi kabel NYA : 

Kabel NYAF

Kabel NYAF


Kabel NYAF, biasanya kita temui dalam instalasi Panel-Panel Listrik atau kontrol di lokasi kantor/pabrik, khususnya di kabel kontrol dan indikator, misalnya pilot lamp, meter dll.

Lampu Uap Merkuri

Lampu Uap Merkuri 175 W
Source : http://en.wikipedia.org

Lampu jenis ini merupakan lampu tertua. Lampu uap merkuri siapakah pertama kali yang menemukannya? Secara paten dan di percaya sebagai penemu merkuri sebenarnya yaitu Herbert John Dowsing dan H. S. Keating dari Inggris mematenkan lampu uap merkuri pada Februari 1896, Namun saat di telusuri lebih lanjut, ternyata pada tahun 1835, Charles Wheatstone sudah mengamati spektrum pelepasan listrik dalam uap merkuri dan mencatat garis garis ultraviolet dalam spektrum itu. Yang kemudian tahun 1860, John Thomas Way menggunakan lampu busur yang dioperasikan dalam campuran udara dan uap merkuri pada tekanan atmosfer untuk penerangan. [3] Fisikawan Jerman Leo Arons (1860–1919) mempelajari pelepasan merkuri pada tahun 1892 dan mengembangkan lampu berdasarkan busur merkuri.

Mengenal Alat Deteksi Kebakaran (Detektor)

Fire
(source :http://wikipedia.org)

Di tulisan sebelumnya, banyak di tulis mengenai bahaya kebakaran, seputar APAR, jenis jenis APAR dari jenis Powder, CO2, Foam, dll. Dalam suatu sistem proteksi kebakaran suatu gedung, sistem deteksi dan alarm kebakaran seperti  dalam SNI 03-3985-2000 menjelaskan bahwa detektor kebakaran adalah alat yang dirancang untuk mendeteksi adanya kebakaran dan mengawali suatu tindakan. Ada 4 macam pembagian Detektor, yaitu :

Lampu Sodium LPS dan HPS

Lampu Sodium HPS dan LPS

Sejak lampu pijar di demonstrasikan untuk pertama kali oleh Thomas Alva Edison, pada tanggal 31 Desember  1879 di Menlo Park, New Jersey , lampu pijar semakin berkembang dikemudian hari. 
Revolusi teknologi mengenai lampu ini berkembang dengan pesatnya. 

Dan untuk pertama kalinya pada tahun 1910 digunakan lampu pendar (discharge) dengan tegangan tinggi. Yang prinsip kerjanya menggunakan sistem emisi elektron bergerak dari Katoda menuju Anoda pada tabung lampu menyebabkan elektron menumbuk atom atom media gas yang ada didalam tabung. Akibat tumbukan ini terjadi pelepasan energi dalam bentuk cahaya. Sistem ini disebut juga Luminscence (Berpendarnya energi cahaya luar tabung).


Media gas didalam tabung yang digunakan pun bermacam-macam. Dan pada tahun 1932 ditemukan lampu pendar dengan media gas sodium bertekanan rendah.


Lampu sodium tekanan rendah

Lampu Sodium tekanan rendah
(source: www.wikipidea.org)

Lampu sodium tekanan rendah (LPS) ini serupa dengan sistem lampu Neon, dan masuk kedalam keluarga HID (High Intensity Discharge). Lampu ini disebut sumber cahaya 
sumber cahaya monokromatis, karena semua warna nampak hitam, putih, atau berbayang abu-abu. Lampu LPS tersedia dalam kisaran 18-180 watt. 

Penggunaan lampu LPS umumnya hanya untuk penggunaan luar ruang seperti penerangan keamanan atau jalanan dan jalan dalam gedung, penggunaan watt nya rendah dimana kualitas warnanya tidak penting (seperti ruangan tangga). Walau demikian, karena perubahan warnanya sangat buruk, beberapa daerah tidak mengijinkan penggunaan lampu tersebut untuk penerangan jalan raya.


Lampu LPS lebih mirip dengan lampu pendar daripada lampu lucutan intensitas tinggi karena lampu ini bertekanan rendah, sumber lucutan berintensitas rendah dan bentuknya yang mirip lampu pendar. Juga seperti lampu pendar, lampu ini tidak memperlihatkan busur cerah seperti lampu HID lainnya, lampu ini memancarkan sinar lembut, menghasilkan sorotan yang lebih rendah. Tak seperti lampu HID lainnya, yang dapat mati total saat tegangan ditiadakan, lampu natrium tekanan rendah membusur kembali ke kecerahan maksimum dengan cepat.


Ciri-ciri lampu LPS :

  • Efficacy – 100 – 200 lumens/Watt
  • Indeks Perubahan Warna – 3
  • Suhu Warna – Kuning (2.200K)
  • Umur Lampu – 16.000 jam
  • Pemanasan – 10 menit, pencapaian panas – sampai 3 menit


Lampu sodium tekanan tinggi

Lampu SON

Lampu sodium tekanan tinggi (HPS) pertama kali di temukan pada tahun 1965, lampu ini 
lebih dikenal dengan nama SON adalah lampu yang paling banyak digunakan untuk penerapan di luar ruangan dan industri. 

Efficacy nya yang tinggi dibanding dengan model LPS membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik daripada metal halida, terutama bila perubahan warna yang baik bukan menjadi prioritas. 

Lampu HPS berbeda dari lampu merkuri dan metal halida karena tidak memiliki starter elektroda; sirkuit balas dan starter elektronik tegangan tinggi. Tabung pemancar listrik terbuat dari bahan keramik, yang dapat menahan suhu hingga 2372 F atau 1300 C. Didalamnya diisi dengan xenon untuk membantu menyalakan pemancar listrik, juga campuran gas sodium – merkuri.

Diagram Lampu SON:

Wiring Lampu SON


Lampu SON memiliki ciri ciri :

  • Efficacy – 50 - 90 lumens/Watt (CRI lebih baik, Efficacy lebih rendah)
  • Indeks Perubahan Warna – 1 – 2
  • Suhu Warna - Hangat
  • Umur Lampu – 24.000 jam, perawatan lumen yang luar biasa
  • Pemanasan – 10 menit, pencapaian panas – dalam waktu 60 detik
  • Mengoperasikan sodium pada suhu dan tekanan yang lebih tinggi menjadikan sangat
  • reaktif.
  • Mengandung 1-6 mg sodium dan 20mg merkuri
  • Gas pengisinya adalah Xenon. Dengan meningkatkan jumlah gas akan menurunkan
  • merkuri, namun membuat lampu jadi sulit dinyalakan.
  • Arc tube (tabung pemacar cahaya) didalam bola lampu mempunyai lapisan pendifusi
  • untuk mengurangi silau.
  • Makin tinggi tekanannya, panjang gelombangnya lebih luas, dan CRI nya lebih baik,
  • efficacy nya lebih rendah.

Semoga Bermanfaat ...

Lampu Neon dan Cara Kerjanya


 Pada ulasan terdahulu telah dibahas mengenai Lampu Pijar, dan sejarah lampu Neon. Lebih jauh tentang lampu Neon, akan dibahas lebih mendetail dan lebih dalam.

Sebelumnya sudah kenal dengan lampu pijar, maka kita bandingkan antara lampu pijar dan lampu neon. Apa perbedaanya? dan bagaimana ciri sebuah lampu neon, yuk ikuti ulasan ringkas berikut. 

Dibandingkan dengan lampu pijar, lampu neon 3 hingga 5 kali lebih efesien, dan dapat bertahan atau memiliki lifetime lampu hingga 10 sampai 20 kali lebih awet. Apa buktinya, berikut perbedaan :

Mengenal Kode International Protection atau Ingress Protection

Contoh Nameplate

Pernahkah kita perhatikan kode-kode pada Nameplate motor induksi ..? Apakah maksud dari kode-kode tersebut. Kali ini kita akan membedah secara ringkas maksud dan tujuan dari kode kode tersebut, khususnya berkaitan dengan Kode International Protection atau dikenal juga dengan istilah INGRESS PROTECTION (IP). Sehingga bisa memahami, mana peralatan yang tahan debu, tahan air, dan lain lainnya. Yuk ikuti tulisan ini..

 
close