Print Friendly and PDF

Komponen komponen Panel Kapasitor Bank

Masih lanjut, seri belajar atau mereview kembali mengenai kapasitor, aplikasi dan pengggunaanya. Kita lihat pemasangan instalasi kebanyakan menggunakan metode 1, yaitu Global Compensation. Dan apa saja isi dari panel kapasitor bank ini, yuk di break down part per part berikut dengan uraian secara singkatnya :



 





1. Main switch / load Break switch

Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban . Main switch atau breaker utama ini merupakan peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.  


Bagaimana cara menentukan kapasitas Mains Switch? 


Yaitu dengan perhitungan minimal 25 % lebih besar dari perhitungan KVar terpasang.


Misalnya : Diketahui daya kvar yang terpasang 400 Kvar dan arus 600 A , 

Maka kapasitas Mains Switchnya berdasarkan 600 A + 25 % = 775 Ampere yang dipakai size 800 Ampere.


2. Breaker Kapasitor

Kapasitor Breaker biasanya menggunakan tipe MCCB, digunakan untuk mengamankan instalasi kabel dari breaker ke Kapasitor dan kapasitor itu sendiri. 






Bagaimana cara menghitung kapasitas breakernya?

Besarnya yaitu 1,5 kali dari arus nominal dengan I m = 10 x Ir.

Untuk menghitung besarnya arus dapat digunakan rumus


I n = Qc / 3 . VL


Sebagai contoh : 

Ada kapasitor bank dengan 6 steps masing masing besarnya 25 Kvar, berapa kapasitas breakernya?


Jawab: Menggunakan rumus I n = Qc / 3 . VL

In = 25000/(3x220)
In = 37,8 Ampere di bulatkan menjadi 38 A

maka pemilihan kapasitas breaker    = 38 x 1,5 

                                                                   = 57 A 

atau yang dipakai breaker 63 Ampere.


FUSE

Alternatif pengganti breaker, bisa juga digunakan Fuse.

Cara perhitungannya sama dengan perhitungan breaker di atas.

Menggunakan Fuse ada kelebihan maupun kekurangannya. Yaitu :





Kelebihan : Fuse memiliki respon lebih baik dari MCCB/breaker jika di tinjau dari sisi respon kondisi over current maupun Short Circuit.

Kekurangan :

  • tidak efisien dalam pengoperasian
  • jika dalam kondisi putus harus selalu ada penggantian fuse
  • Perlu maintenance extra, dan pengecekan rutin, karena pada saat pemakaian lama, kondisi kotor apalagi jika fuse holder kendor tidak menjepit sempurna fuse, maka akan terjadi panas, yang jika tidak di kontrol bisa menyebabkan terbakar.
Penulis rekomendasikan untuk menggunakan Breaker dibanding dengan Fuse. 


3. Magnetic Contactor

Magnetic contactor atau kita sebut kontaktor, dalam kapasitor bank diperlukan sebagai alat kontrol kapasitornya. Beban kapasitor memiliki arus puncak lebih tinggi jika dibandingkan dengan beban motor. Oleh karena itu dalam pemilihannya kontaktor minimal 10% lebih tinggi dari arus nominalnya.

Misalnya contoh sebelumnya 63 Ampere, maka kontaktor yg digunakan, minimal memiliki rating  = 63 x 1,1 = 69,3 Ampere.

Pemilihan magnetic contactor dengan range lebih tinggi akan lebih baik, sehingga pemakaiannya bisa lebih lama atau lebih awet.


5. Kapasitor Bank

Kapasitor bank terdiri dari beberapa kapasitor yang dihubungkan secara paralel untuk mendapatkan kapasitansi tertentu. Biasanya kita kenal Capasitor yang sering digunakan dalam peralatan elektronik dengan satuan Farad. Namun dalam kapasitor bank, di kenal dengan istilah VAR (Volt Ampere Reaktif). 

 

C = Qc/-V^2 ω

Dimana, 

C    : Nilai Kapasitor (Farad)

Qc   : Daya Reaktif kapasitor (VAR)

V    : Tegangan (Volt)

 ω  : 2πf


Dalam hal ini, yang di jadikan patokan dalam kapasitor bank, bukan farad tapi nilai Daya reaktif kapasitornya (VAR). Meskipun didalamnya terkandung / tercantum besaran kapasitansi yaitu Farad atau microfarad. Kapasitor ini mempunyai sifat listrik yang kapasitif (leading). Sehingga mempunyai sifat mengurangi / menghilangkan terhadap sifat induktif (leaging)


Ukuran kapasitor dalam kapasitor bank

Di pasaran Kapasitas kapasitor memiliki ukuran dari 5 KVar sampai 60 Kvar. Dengan  tegangan kerja dari 230 V sampai 525 Volt. Besaran yang sering dipakai adalah Kvar (Kilovolt ampere reaktif) 


6. Reactive Power Regulator

Atau kadang menggunakan istilah Power Factor Controller. Alat ini memiliki fungsi agar daya reaktif yang akan disupply ke jaringan/ system dapat bekerja sesuai kapasitas yang dibutuhkan dengan cara mengatur kerja kontaktor . Regulator mengatur kapan dan berapa besar daya reaktif yang diperlukan, berdasarkan pembacaan arus dan tegangan pada sisi utama Breaker. Memiliki bermacam step, umumnya mulai dari 6 steps , 12 steps sampai 18 steps.


Peralatan lain yang biasa di tambahkan dalam Panel Kapasitor Bank, yaitu :

  • Push button on dan push button off : untuk mengoperasikan magnetic contactor secara manual.
  • Lampu Pilot Indikator step/kapasitor On - OFF
  • Selektor Switch (auto – off – manual) :Untuk memilih mode sistem operasional
  • Exhaust fan + thermostat  : untuk mengatur suhu udara dalam ruang panel kapasitor bank. 

Demikian uraian singkat, isi atau komponen panel kapasitor bank.

Semoga bermanfaat..

0 komentar:

Posting Komentar

 
close