Update Ebook Terbaru : Buku 1 PLN : Kriteria Disain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ||Buku 2 PLN : Standar Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik || Buku 3 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Rendah Tenaga Listrik || Buku 4 PLN : Standar Konstruksi Gardu Distribusi dan Gardu Hubung Tenaga Listrik || Buku 5 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik || Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Buka Menu Ebook Download Page-2
Print Friendly and PDF
Tampilkan postingan dengan label Control. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Control. Tampilkan semua postingan

Lampu Neon dan Cara Kerjanya


 Pada ulasan terdahulu telah dibahas mengenai Lampu Pijar, dan sejarah lampu Neon. Lebih jauh tentang lampu Neon, akan dibahas lebih mendetail dan lebih dalam.

Sebelumnya sudah kenal dengan lampu pijar, maka kita bandingkan antara lampu pijar dan lampu neon. Apa perbedaanya? dan bagaimana ciri sebuah lampu neon, yuk ikuti ulasan ringkas berikut. 

Dibandingkan dengan lampu pijar, lampu neon 3 hingga 5 kali lebih efesien, dan dapat bertahan atau memiliki lifetime lampu hingga 10 sampai 20 kali lebih awet. Apa buktinya, berikut perbedaan :

Metode Pemasangan Instalasi Kapasitor

Kapasitor, untuk review kembali teori dasar segitiga daya dan penggunaannya dalam perbaikan faktor daya. 

Berikutnya dalam instalasi jaringan listrik penggunaan kapasitor, dapat di klasifikasikan atau dibagi menjadi 3 metode, yaitu :


1. Global Compensation

Atau di sebut juga pemasangan secara terpusat. Dalam suatu instalasi kapasitor dengan metode ini kapasitor dipasang di induk panel ( MDP = Main Distribution Panel).

Dengan metode ini besarnya arus yang turun dari pemasangan hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Namun arus setelah MDP tidak turun maka dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. 

Minimal ada dua kelebihan dari metode ini yaitu :

  1. Pemanfaatan kompensasi daya dari kapasitor lebih baik karena beban tidak bekerja secara bersamaan 
  2. Biaya untuk perawatan dari kapasitor lebih rendah.
Berikut ilustrasi metode global compensation.


Metode 1. Global Compensation


2. Sectoral Compensation

Metode ini di sebut juga metode Group Compensation, Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP (Sub Distrubution Panel). Metode ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP dan SDP cukup berjauhan.

Kelebihan dari metode ini yaitu biaya pemasangan yang rendah tetapi kapasitas pemasangan dapat dipakai sepenuhnya namun kelemahannya adalah pemasangan kapasitor bank pada setiap Panel subdistribusi (SDP) apalagi jika jumlahnya banyak dan hanya memberikan kompensasi secara upstream atau Jaringan sebelumnya. Untuk ilustrasi berikut gambarannya,


Metode 2. Group/Sectoral Compensation

3. Individual Compensation

Metode ini dilakukan dengan memasang kapasitor pada setiap beban, khususnya yang memiliki daya yang besar. Metode ini lebih baik karena langsung terpakai
oleh beban langsung sehingga bisa lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. 

Namun ada kekurangannya yaitu :
1. Harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor sehingga mengurangi nilai estetika. 
2. Biaya mahal, Jika beban dipasang sampai banyak
3. Kapasitor tidak sepenuhnya digunakan atau terpakai
4. Arus transien tinggi karena pensaklaran (kapasitor ON) yang bersamaan.

Berikut ilustrasinya,


Metode 3. Individual Compensation

Demikian metode pemasangan instalasi kapasitor dalam jaringan instalasi listrik.

Moga Bermanfaat ...

Pembagian jenis MCB berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya

Setelah mengenal apa itu MCB pada tulisan sebelumnya, berikutnya masuk ke jenis MCB berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya. 

Yuk kita kenali MCB yang biasa digunakan. Sehingga penggunaannya tepat dan safety dari peralatan yang digunakan dapat terpenuhi.




Berikut tipe tipe atau pembagian jenis MCB  berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya.

MCB tipe B

Tipe B banyak digunakan di instalasi listrik perumahan maupun industri ringan. Tipe ini memiliki karakteristik yaitu akan trip jika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal MCB). 

Misalnya jika pada MCB tertulis arus maksimumnya 6 A, maka MCB akan trip antara 18 A sampai dengan 30 A. 

Kiat kiat dalam memilih Sensor yang tepat

Ada projek..? atau kita sedang desain sesuatu yg membutuhkan sensor..? Yuk ikuti tips berikut dalam memilih sensor yang tepat.

Berikut ketentuan dalam memilih sensor yang tepat , yaitu :

1. Ukuran fisik sensor

Saat kita merancang suatu sistem, pastikan sensor yang dipasang pas atau cukup dengan tempat yang diperlukan. Misalnya sensor suhu, banyak sekali ukuran dan modelnya harus di sesuaikan.
Ukuran/model sensor suhu



2. Keakuratan Sensor

Tergantung jenis sensornya, perlu diperhatikan keakuratan sensor tersebut.
Akurasi atau ketelitian suatu sensor, contoh mudah misalnya sensor suhu LM35 merupakan sensor suhu yang akurat dimana tegangan keluarannya berbanding lurus dengan suhu dalam derajat celcius sebesar 10mV/ÂșC.
Sensor Suhu LM35

Mengenal Sensor atau Transduser

Perkembangan industri dan dunia elektronika sangat cepat, apalagi dengan sistem otomasi indu
Contoh Sensor/Transduser
stri atau di istilahkan Revolusi Industri 4.0, mengubah dari pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin.  

Revolusi dari  electro-mechanic (semi otomatis) menjadi sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic), contohnya seperti penggunaan Sistem Manufaktur Fleksibel  (FMS) dan Computerized Integrated Manufacture (CIM).


Jenis atau model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi di industri sangat tergantung kepada keandalan sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian menunjukan  secanggih apapun sistem kendali yang dipakai akan sangat tergantung kepada sensor maupun transduser yang digunakan.


Jadi apa itu Sensor..?

Secara sederhana sensor adalah elemen yang menghasilkan sinyal yang berhubungan dengan kuantitas yang diamati atau akan diukur, dan elemen ini memberikan tanggapan terhadap besaran fisik yang akan diukur atau diamati dengan menghasilkan output suatu sinyal.

Saklar sebagai kendali listrik

Penerangan listrik pada suatu bangunan dengan sistem 1 fasa, lampu-lampu listrik yang digunakan dikendalikan oleh saklar. Demikian juga peralatan listrik lainnya se- perti pemanas, pendingin udara, pompa air dan lain-lain. 






Beberapa saklar yang sering digunakan sebagai kendali peralatan listrik antara lain :

1.  Saklar kutub tunggal
2.  Saklar kutub ganda
3.  Saklar kutub tiga
4.  Saklar seri
5.  Saklar kelompok
6.  Saklar tukar
7.  Saklar silang


Masing-masing jenis saklar ini akan di uraikan tersendiri sebagai berikut:

Kontaktor - Sistem pengendali

Gambar 1. Bentuk Fisik Kontaktor
Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik. Mungkin review sedikit, dalam sistem pengendalian ada dua kelompok komponen listrik yang dipakai, yaitu komponen kontrol dan komponen daya. Pada tulisan kali ini khusus akan menguraikan kontaktor sebagai komponen daya. Atau secara sederhana Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektro magnet. Pada Kontaktor ini ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit.


Bentuk fisik Kontaktor terbuat dari bahan plastik keras yang kokoh gambar-1. Pemasangan ke panel bisa dengan menggunakan rel atau disekrupkan. Kontaktor bisa  digabungkan  dengan  beberapa pengaman  lainnya,  misalnya  dengan pengaman bimetal atau overload relay. Yang harus diperhatikan adalah kemampuan hantar arus kontaktor harus disesuaikan dengan besarnya arus beban, karena berkenaan dengan kemampuan kontaktor secara elektrik.
 
Konstruksi Kontaktor/Cara Kerja
Kontaktor merupakan saklar daya yang bekerja dengan prinsip elektromagnetik gambar-2. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan  arus  listrik  akan  menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO. Kerusakan yang terjadi pada kontaktor, karena belitan koil terbakar  atau  kontak  tipnya  saling lengket atau ujung-ujung kontaknya terbakar.

Pengasutan Motor Induksi model Direct Online (DOL)

Saat motor induksi di starting secara langsung, arus awal motor besarnya antara    500%  sd  700%  dari  arus  nominal.  Ini  akan  menyebabkan  drop tegangan yang besar pada pasokan tegangan PLN. Untuk motor daya kecil sampai 5 KW, arus starting tidak berpengaruh besar terhadap drop tegangan. Pada motor dengan daya diatas 30 KW sampai dengan 100 KW akan menyebabkan drop tegangan yang besar dan menurunkan kualitas listrik dan pengaruhnya pada penerangan yang berkedip.

Pengasutan motor induksi adalah cara menjalankan pertama kali motor, tujuannya agar arus starting kecil dan drop tegangan masih dalam batas toleransi. Ada beberapa cara teknik pengasutan, diantaranya :
1.  Hubungan langsung (Direct On Line = DOL)
2.  Tahanan depan Stator (Primary Resistor)
3.  Transformator
4.  Segitiga-Bintang (Start-Delta)
5.  Pengasutan Soft starting
6.  Tahanan Rotor lilit 


Pada tulisan kali ini akan di jelaskan mengenai pengasutan model Direct Online (DOL). 

Pengasutan Hubungan Langsung (DOL)

Pengenalan kontrol komponen -bagian 1

Pada sistem elektronik, perlu kita mengenal komponen-komponen dasar yang berkaitan dengan hal ini. Sangat berguna apabila kita merancang atau membaca sistem kontrol. Dan sangat bermanfaat di sistem kontrol selanjutnya seperti menggunakan PLC.






Berikut beberapa kontrol komponen yang sering kita jumpai.

A. Switch

Saklar listrik (SWITCH) adalah suatu alat sederhana yang berfungsi untuk menyambung,memutus atau memindah suatu hubungan di dalam rangkaian listrik.

Dasar-dasar Kontroller

Agar bisa memahami dasar-dasar kontroller, perlu kita mengenal komponen kontrol maupun basic diagram, karena akan memudahkan kita ketika membaca wiring diagram sistem kontrol ataupun lebih lanjut ladder di PLC.





A. Simbol

Simbol adalah kode gambar yang disepakati dalam Standar-standar tertentu misalnya: JIS, IEEC, NEMA atau lainnya.  Tidak banyak yang ditampilkan, hanya basic simbol, yang nantinya ke arah pengenalan PLC.

Prinsip dan aplikasi Relay

Dalam dunia elektronika,  relay  dikenal sebagai komponen yang dapat mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay.

Memahami Gerbang Logika

Gerbang logika adalah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengaplikasikan persamaan logika dasar. Gerbang logika merupakan blok yg paling dasar dari logika kombinasional



 
close