• Mengenal Sensor atau Transduser

    Perkembangan industri dan dunia elektronika sangat cepat, apalagi dengan sistem otomasi industri atau di istilahkan Revolusi Industri 4.0, mengubah dari pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin. ..

  • Pemeliharaan Preventif motor listrik

    Sebelum terjadi kerusakan serius pada motor listrik, perlu dilakukan pemeliharaan preventif dengan periode yang ditentukan sesuai kapasitas/lokasi atau aturan dari pabrikannya....

  • Mengenal APAR jenis Karbon Dioksida (CO2)

    Definisinya APAR jenis ini, yaitu APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oksigen dari elemen penyusun segitiga api, serta berfungsi juga untuk mendinginkan panas yang timbul dengan semburan CO2 yang bersifat dingin...

  • Kontaktor - Sistem pengendali

    Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik. Mungkin review sedikit, dalam sistem pengendalian ada dua kelompok komponen listrik yang dipakai, yaitu komponen kontrol dan komponen daya...

Showing posts with label Control. Show all posts
Showing posts with label Control. Show all posts

Kiat kiat dalam memilih Sensor yang tepat

Ada projek..? atau kita sedang desain sesuatu yg membutuhkan sensor..? Yuk ikuti tips berikut dalam memilih sensor yang tepat.

Berikut ketentuan dalam memilih sensor yang tepat , yaitu :

1. Ukuran fisik sensor

Saat kita merancang suatu sistem, pastikan sensor yang dipasang pas atau cukup dengan tempat yang diperlukan. Misalnya sensor suhu, banyak sekali ukuran dan modelnya harus di sesuaikan.
Ukuran/model sensor suhu



2. Keakuratan Sensor

Tergantung jenis sensornya, perlu diperhatikan keakuratan sensor tersebut.
Akurasi atau ketelitian suatu sensor, contoh mudah misalnya sensor suhu LM35 merupakan sensor suhu yang akurat dimana tegangan keluarannya berbanding lurus dengan suhu dalam derajat celcius sebesar 10mV/ÂșC.
Sensor Suhu LM35

Mengenal Sensor atau Transduser

Perkembangan industri dan dunia elektronika sangat cepat, apalagi dengan sistem otomasi indu
Contoh Sensor/Transduser
stri atau di istilahkan Revolusi Industri 4.0, mengubah dari pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin.  

Revolusi dari  electro-mechanic (semi otomatis) menjadi sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic), contohnya seperti penggunaan Sistem Manufaktur Fleksibel  (FMS) dan Computerized Integrated Manufacture (CIM).


Jenis atau model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi di industri sangat tergantung kepada keandalan sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian menunjukan  secanggih apapun sistem kendali yang dipakai akan sangat tergantung kepada sensor maupun transduser yang digunakan.


Jadi apa itu Sensor..?

Secara sederhana sensor adalah elemen yang menghasilkan sinyal yang berhubungan dengan kuantitas yang diamati atau akan diukur, dan elemen ini memberikan tanggapan terhadap besaran fisik yang akan diukur atau diamati dengan menghasilkan output suatu sinyal.

Saklar sebagai kendali listrik

Penerangan listrik pada suatu bangunan dengan sistem 1 fasa, lampu-lampu listrik yang digunakan dikendalikan oleh saklar. Demikian juga peralatan listrik lainnya se- perti pemanas, pendingin udara, pompa air dan lain-lain. 






Beberapa saklar yang sering digunakan sebagai kendali peralatan listrik antara lain :

1.  Saklar kutub tunggal
2.  Saklar kutub ganda
3.  Saklar kutub tiga
4.  Saklar seri
5.  Saklar kelompok
6.  Saklar tukar
7.  Saklar silang


Masing-masing jenis saklar ini akan di uraikan tersendiri sebagai berikut:

Kontaktor - Sistem pengendali

Gambar 1. Bentuk Fisik Kontaktor
Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik. Mungkin review sedikit, dalam sistem pengendalian ada dua kelompok komponen listrik yang dipakai, yaitu komponen kontrol dan komponen daya. Pada tulisan kali ini khusus akan menguraikan kontaktor sebagai komponen daya. Atau secara sederhana Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektro magnet. Pada Kontaktor ini ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit.


Bentuk fisik Kontaktor terbuat dari bahan plastik keras yang kokoh gambar-1. Pemasangan ke panel bisa dengan menggunakan rel atau disekrupkan. Kontaktor bisa  digabungkan  dengan  beberapa pengaman  lainnya,  misalnya  dengan pengaman bimetal atau overload relay. Yang harus diperhatikan adalah kemampuan hantar arus kontaktor harus disesuaikan dengan besarnya arus beban, karena berkenaan dengan kemampuan kontaktor secara elektrik.
 
Konstruksi Kontaktor/Cara Kerja
Kontaktor merupakan saklar daya yang bekerja dengan prinsip elektromagnetik gambar-2. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan  arus  listrik  akan  menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO. Kerusakan yang terjadi pada kontaktor, karena belitan koil terbakar  atau  kontak  tipnya  saling lengket atau ujung-ujung kontaknya terbakar.

Pengasutan Motor Induksi model Direct Online (DOL)

Saat motor induksi di starting secara langsung, arus awal motor besarnya antara    500%  sd  700%  dari  arus  nominal.  Ini  akan  menyebabkan  drop tegangan yang besar pada pasokan tegangan PLN. Untuk motor daya kecil sampai 5 KW, arus starting tidak berpengaruh besar terhadap drop tegangan. Pada motor dengan daya diatas 30 KW sampai dengan 100 KW akan menyebabkan drop tegangan yang besar dan menurunkan kualitas listrik dan pengaruhnya pada penerangan yang berkedip.

Pengasutan motor induksi adalah cara menjalankan pertama kali motor, tujuannya agar arus starting kecil dan drop tegangan masih dalam batas toleransi. Ada beberapa cara teknik pengasutan, diantaranya :
1.  Hubungan langsung (Direct On Line = DOL)
2.  Tahanan depan Stator (Primary Resistor)
3.  Transformator
4.  Segitiga-Bintang (Start-Delta)
5.  Pengasutan Soft starting
6.  Tahanan Rotor lilit 


Pada tulisan kali ini akan di jelaskan mengenai pengasutan model Direct Online (DOL). 

Pengasutan Hubungan Langsung (DOL)

Pengenalan kontrol komponen -bagian 1

Pada sistem elektronik, perlu kita mengenal komponen-komponen dasar yang berkaitan dengan hal ini. Sangat berguna apabila kita merancang atau membaca sistem kontrol. Dan sangat bermanfaat di sistem kontrol selanjutnya seperti menggunakan PLC.






Berikut beberapa kontrol komponen yang sering kita jumpai.

A. Switch

Saklar listrik (SWITCH) adalah suatu alat sederhana yang berfungsi untuk menyambung,memutus atau memindah suatu hubungan di dalam rangkaian listrik.

Dasar-dasar Kontroller

Agar bisa memahami dasar-dasar kontroller, perlu kita mengenal komponen kontrol maupun basic diagram, karena akan memudahkan kita ketika membaca wiring diagram sistem kontrol ataupun lebih lanjut ladder di PLC.





A. Simbol

Simbol adalah kode gambar yang disepakati dalam Standar-standar tertentu misalnya: JIS, IEEC, NEMA atau lainnya.  Tidak banyak yang ditampilkan, hanya basic simbol, yang nantinya ke arah pengenalan PLC.

Prinsip dan aplikasi Relay

Dalam dunia elektronika,  relay  dikenal sebagai komponen yang dapat mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay.

Memahami Gerbang Logika

Gerbang logika adalah rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengaplikasikan persamaan logika dasar. Gerbang logika merupakan blok yg paling dasar dari logika kombinasional