Tampilkan postingan dengan label Power. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Power. Tampilkan semua postingan

Komponen komponen Panel Kapasitor Bank

Masih lanjut, seri belajar atau mereview kembali mengenai kapasitor, aplikasi dan pengggunaanya. Kita lihat pemasangan instalasi kebanyakan menggunakan metode 1, yaitu Global Compensation. Dan apa saja isi dari panel kapasitor bank ini, yuk di break down part per part berikut dengan uraian secara singkatnya :



 





1. Main switch / load Break switch

Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban . Main switch atau breaker utama ini merupakan peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.  

Metode Pemasangan Instalasi Kapasitor

Kapasitor, untuk review kembali teori dasar segitiga daya dan penggunaannya dalam perbaikan faktor daya. 

Berikutnya dalam instalasi jaringan listrik penggunaan kapasitor, dapat di klasifikasikan atau dibagi menjadi 3 metode, yaitu :


1. Global Compensation

Atau di sebut juga pemasangan secara terpusat. Dalam suatu instalasi kapasitor dengan metode ini kapasitor dipasang di induk panel ( MDP = Main Distribution Panel).

Dengan metode ini besarnya arus yang turun dari pemasangan hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Namun arus setelah MDP tidak turun maka dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. 

Minimal ada dua kelebihan dari metode ini yaitu :

  1. Pemanfaatan kompensasi daya dari kapasitor lebih baik karena beban tidak bekerja secara bersamaan 
  2. Biaya untuk perawatan dari kapasitor lebih rendah.
Berikut ilustrasi metode global compensation.


Metode 1. Global Compensation


2. Sectoral Compensation

Metode ini di sebut juga metode Group Compensation, Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP (Sub Distrubution Panel). Metode ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP dan SDP cukup berjauhan.

Kelebihan dari metode ini yaitu biaya pemasangan yang rendah tetapi kapasitas pemasangan dapat dipakai sepenuhnya namun kelemahannya adalah pemasangan kapasitor bank pada setiap Panel subdistribusi (SDP) apalagi jika jumlahnya banyak dan hanya memberikan kompensasi secara upstream atau Jaringan sebelumnya. Untuk ilustrasi berikut gambarannya,


Metode 2. Group/Sectoral Compensation

3. Individual Compensation

Metode ini dilakukan dengan memasang kapasitor pada setiap beban, khususnya yang memiliki daya yang besar. Metode ini lebih baik karena langsung terpakai
oleh beban langsung sehingga bisa lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. 

Namun ada kekurangannya yaitu :
1. Harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor sehingga mengurangi nilai estetika. 
2. Biaya mahal, Jika beban dipasang sampai banyak
3. Kapasitor tidak sepenuhnya digunakan atau terpakai
4. Arus transien tinggi karena pensaklaran (kapasitor ON) yang bersamaan.

Berikut ilustrasinya,


Metode 3. Individual Compensation

Demikian metode pemasangan instalasi kapasitor dalam jaringan instalasi listrik.

Moga Bermanfaat ...

Kapasitor untuk memperbaiki Faktor Daya

Setelah mengetahui dasar dari segitiga daya, pada tulisan sebelumnya. Berikutnya kita masuk ke aplikasinya, yaitu kapasitor untuk memperbaiki faktor daya.

Sistim distribusi listrik khususnya yang menggunakan daya PLN > 200 KVA, sudah diwajibkan untuk menggunakan kapasitor bank untuk memperbaiki faktor dayanya, jika tidak maka akan ada tagihan tambahan yaitu nilai KVARH yang di bebankan ke pelanggan. Namun untuk pelanggan TR atau < 200 KVA tidak di wajibkan, tapi boleh jika ingin menggunakan.

Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang kapasitor pengkoreksi faktor daya pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri. Kapasitor bertindak sebagai pembangkit daya reaktif dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas.

Bagaimana contohnya..? yuk ikuti uraian singkat berikut.

Memahami Faktor Daya atau faktor kerja

Segitiga Daya

Untuk dapat memahami apa itu faktor daya, ada baiknya kita mengingat kembali tentang pengertian umum dari Daya Semu, Daya Aktif dan Daya Reaktif. Masih ingat..? Lebih mudah kita lihat gambar segitiga daya di samping.



Dalam sistem listrik khususnya sistem AC atau Arus Bolak-Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, yaitu:

• Simbol S, di sebut Daya semu dengan satuan VA atau Volt Amper

• Simbol P, di sebut Daya aktif dengan satuan Watt

• Simbol Q, di sebut Daya reaktif dengan satuan VAR atau Volt Amper Reaktif

Secara sederhana, biasa kita ingat, jika langganan PLN di rumah, kantor, pabrik dan lainnya akan selalu menggunakan satuan VA, misalnya 1300 VA atau 197 KVA, dan sejenisnya. Kenapa demikian? Daya semu adalah total perkalian dari arus dan tegangan dalam jaringan listrik tersebut. Jika perhitungannya dalam jaringan 3 phase, maka di tambahkan perkalian dengan akar 3.

Mengenal Miniature Circuit Breaker (MCB) simbol dan bagian bagiannya

Miniature Circuit Breaker (MCB) adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. 

Atau dengan istilah mudahnya bisa di definisikan MCB adalah sebuah pemutus tenaga arus bolak balik yang bekerja pada frekuensi 50/60 Hz tegangan 230/400 V, arus nominal tidak lebih dari 125 A, dan kapasitas hubung singkat nominal tidak lebih dari 25 kA.
Gambar.1. Miniatur Circuit Breaker

Busbar komponen instalasi listrik

Busbar panel LVMDP 

Busbar..? Banyak kita jumpai di panel-panel listrik, dari High Voltage maupun panel distribusi. Tulisan kali ini membahas secara singkat mengenai bus-bar.  

Pengertian Busbar
Secara bahasa busbar adalah strip atau bar logam yang dalam sistem distribusi tenaga listrik ditempatkan dalam panel listrik/distribusi yang berfungsi sebagai penghubung antara source dengan bebannya.
 
Busbar adalah penghantar arus listrik yang terbuat dari tembaga atau logam lainnya seperti alumunium, namun keumuman banyak digunakan tembaga. Karena busbar memiliki fungsi yang sama dengan kabel sebagai penghubung. Maka busbar memiliki kemampuan hantar Arus, sesuai dengan dimensinya. 

Pada penggunaan di panel listrik, untuk arus diatas 250 A maka disarankan untuk memakai busbar sebagai penghubungnya. Kenapa demikian? Karena dengan menggunakan Busbar akan mempermudah pemasangan komponen, seperti MCCB/ACB/lainnya pada panel. Dibandingkan apabila arus 250 A ke atas menggunakan kabel, tentu dimensi kabel lebih besar sehingga  pemasangannya sulit, selain dari segi estetika maupun safety lebih bagus menggunakan busbar.

Standar Warna Busbar di Panel

Standar Warna Busbar
Berdasarkan standar pada PUIL. maka dalam penggimaan busbar untuk tiap fasanya diberi warna yang berbeda:

            • merah untuk fasa R - Phasa 1
            • kuning untuk fasa S - Phasa 2
            • hitam untuk fasa T - Phasa 3
            • biru untuk fasa N - Netral
            • Hijau untuk grounding (G)

Battery, yuk kenali gejala kerusakan dan cara penanganan emergensinya

Battery atau biasa kita sebut aki (Accu) merupakan sumber listrik paling hulu. Maksudnya seperti misalnya di mobil jika aki mengalami kelemahan atau rusak bisa dipastikan mobil anda mogok.

Aki berfungsi memenuhi kebutuhan listrik dan menyimpan listrik. Jika digunakan maka listrik yang di kandung dalam aki akan berkurang, untuk mengembalikan kondisi listrik, aki harus di isi ulang atau di charge, oleh battery charger atau alternator.

Perawatan aki yang ideal adalah saat mesin dalam keadaan dingin atau sebelum dipanaskan. Bagaimana mengenali gejali kerusakan aki.? Yuk kenali gejalanya.

Gejala kerusakan aki :

Bagian - bagian charger/Rectifier, bagian 02

PENYEARAH
Seperti namanya piranti ini berfungsi menyearahkan artinya mengubah arus bolak balik menjadi arus searah. Ada 2 komponen semikonduktor yang umumnya digunakan untuk charger/rectifier, yaitu Diode dan Thyristor.





A. DIODE

Diode adalah semikonduktor yang memiliki 2 terminal, yaitu terminal positif (+) biasa disebut ANODA dan terminal negatif (-) disebut KATODA.
Konfigurasi penyearah menggunakan Diode ada beberapa macam, yaitu :

A.1 Penyearah Diode 1/2 gelombang (Half Wave Rectifier)

Penyearah jenis ini merupakan yang paling sederhana, karena hanya menggunakan 1 diode saja. Berikut diagramnya :


Gambar 1 Penyearah Diode 1/2 gelombang
Dari gambar penyearahan sinyal AC menjadi sinyal setengah gelombang. Karena bagian positif anoda pada dioda dijadikan sebagai inputnya maka hanya sinyal AC bagian positifnya saja yang akan dilewatkan oleh dioda, sedangkan bagian negatifnya akan ditahan. Maka gambar diatas disebut rangkaian penyearah setengah gelombang atau  Half Wave Rectifier.

Bagian - bagian charger/Rectifier, bagian 01

Setelah memahami pengertian charger atau rectifier, berikutnya akan lebih detail bagian-bagian dari charger atau rectifier.

Secara umum bagian Charger ada 3 bagian yaitu Trafo,  Penyearah dan bagian akhir biasanya menggunakan Filter. Namun terkadang ada juga charger yg tanpa filter.



Penjelasan secara detail sebagai berikut :

TRAFO
Trafo yg terpasang di rectifier/charger adalah trafo jenis step down (penurun tegangan) dari 380/220 Volt menjadi 110 V atau 12 V, atau ukuran lainnya. Besarnya kapasitas trafo tergantung dari kapasitas battery dan beban yang terpasang di unit pembangkit, minimal kapasitas arus output trafo harus 20% lebih besar dibandingkan dengan arus pengisian battery. Trafo yang digunakan ada trafo 1 phasa dan trafo 3 phasa.

Pengertian Charger, jenis dan aplikasinya

Charger..? Jaman Now pasti semua orang tahu tentang charger. Bahkan mungkin sebagian kita kemana-mana charger ada selalu di dalam tas kita. Apa sih pengertian Charger, jenis-jenisnya dan aplikasinya..? 

Charger atau juga disebut converter dalam istilah listrik adalah suatu rangkaian listrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik AC (Arus bolak balik) menjadi arus listrik DC (arus searah). Sering kita mengenalnya dengan sebutan adaptor atau charger. Charger ini dikenal juga sebagai rectifier atau penyearah.

Fungsi dari Konversi ini adalah sebagai pasokan DC bagi peralatan yg membutuhkannya. Seperti komputer, Laptop, Radio, Tape, HP dan lain-lain.
Gambar 1 Prinsip Converter AC-DC/Rectifier

Mengenal Lead Acid Battery Accu/Aki

Battery.. merupakan bagian vital di sistem UPS. Untuk bisa memahami lebih mendalam berikut uraian singkatnya.


Dari awal ditemukan tahun 1880, terjadi perubahan pada bentuk kemasan, bahan kemasan dan sistem produksi, sehingga batere lebih meningkat daya simpan listriknya, memperpanjang umurnya dan lebih bisa diandalkan, tetapi prinsip kerja baterry sampai sekarang masih tetap sama dengan ketika pertama kali ditemukan.


macam-macam battery:

Cara melakukan perawatan battery/ACCU Basah

Untuk melakukan perawatan battery/ACCU basah yang umumnya digunakan pada generator, bisa kita merujuk pada pabrikan pembuat masing-masing ACCU. Berikut ulasan secara umum pemeriksaan ACCU/Battery :






a. Pemeriksaan Visual  
     Yaitu dengan di lihat secara langsung.

b. Pemeriksaan Elektrolit 
     Dengan menggunakan alat ukur Hidrometer

c.  Pengujian tanpa beban atau Beban, menggunakan Voltmeter DC
          
Mari kita kupas satu per satu cara pemeriksaan ACCU/Battery.

CCA (Cold Cranking Ampere) Battery

Apa itu CCA Battery.? Mungkin di antara kita masih asing istilah ini. Paling familiar adalah istilah Ampere Hour (AH). Padahal saat kita menggunakan battery untuk keperluan Genset, maka CCA punya pengaruh signifikan.






Berikut beberapa istilah yg perlu kita fahami :

Cold Cranking Ampere ( CCA )
Nilai CCA dari suatu batery adalah arus ( dalam ampere ) dari batery yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 ⁰C selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 Volt atau Lebih.

Reserve Capacity ( RC )
Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada batery yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 Amper pada 27 ⁰C setelah sistem pengisian dilepas.
Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 Volt per sel ( 10.5 Volt Total untuk batery 12 Volt ). RC = Waktu / Lamanya batery dapat digunakan.

Ampere Hour Capasity ( Ah )
Kapasitas batery adalah banyaknya arus pada batery yang di isi penuh dapat menyediakan arus selama 20 Jam pada 27 ⁰C tanpa penurunan tegangan tiap sel dibawh 1.75 Volt.

Cara pemasangan grounding tipe plat (tipe ke-2)


Tipe pemasangan grounding ini tergantung dari lokasi pemasangannya. Jika dengan kondisi tanah berpasir dan mengandung kerikil tinggi dengan Tahanan jenis tanah antara 20.000 – 250.000 ohm/cm, maka pemasangan grounding menggunakan tipe ke-2 yaitu dengan model tipe Plat.






Bagaimana caranya..? ikuti langkah-langkah berikut.

Bahan yang diperlukan :
1. Tembaga plat 1 x 1 meter, tebal 3 mm
2. Kabel BC ukuran 50 mm
3. Bentonit
4. Scun kabel 50 mm 
5. Klem tembaga

Langkah pekerjaan :

Cara pemasangan grounding tipe batang (tipe ke-1)


M
odel pemasangan grounding untuk sistem kelistrikan ada beberapa tipe, tergantung tipe tanah/lokasi pemasangan grounding. Untuk tipe batang/rod (tipe 1) yg ditanam ke tanah, biasanya hanya dapat digunakan untuk jenis tanah rawa , tanah liat dan jenis Tanah lainnya yang banyak mengandung air / lembab ( tahanan tanahnya kecil ). Adapun jika dengan kondisi tanah berpasir dan mengandung kerikil tinggi dengan Tahanan jenis tanah antara 20.000 – 250.000 ohm/cm, maka pemasangan grounding menggunakan tipe ke-2 yaitu dengan model tipe Plat.


Bahan yg di perlukan :

  1. Ground Rod Copper ukuran 5/8 inchi : 3 Batang (1 batang : 4 Meter)
  2. Ground Coupler ukuran 5/8 inchi : 2 pcs
  3. Kabel BCC ukuran 50 mm : 10 meter
  4. Scun tembaga ukuran 50 mm : 2 pcs
  5. Ground klem coupler : 2 pcs
  6. Komponen untuk buat bak kontrol seperti : semen, dan pasir, Bata merah .

Bahan untuk tipe grounding -1

Setelah bahan-bahan siap, berikutnya bagaimana? yuk dilanjutkan..

Kabel NYY komponen instalasi listrik

Konstruksi Kabel NYY
Berikutnya, kabel jenis NYY sebagai salah satu komponen instalasi listrik. Berikut akan di uraikan sedikit mengenai kabel jenis ini, termasuk tabel KHA (Kemampuan Hantar Arus) kabel NYY.

Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.


Kabel NYM komponen instalasi listrik

Dalam perencanaan atau aplikasi instalasi listrik, kabel jenis NYM termasuk yang paling banyak digunakan. Sebenarnya apa sih kabel NYM itu? Dan berapa ukuran yang tepat untuk kabel jenis ini. Mari ikuti tulisan ringkas berikut ini.




Kabel jenis NYM merupakan kabel jenis standar dengan tembaga sebagai penghantar berisolasi PVC dan berselubung PVC (isolasi berlapis). Kabel NYM berinti 1, 2, 3 bahkan lebih. NYM memiliki penghantar tembaga polos berisolasi PVC.
 
Dalam penggunaan NYM berlaku ketentuan-ketentuan berikut ini:
(Badan Standarisasi Nasional. 2000 p278):

Saklar sebagai kendali listrik

Penerangan listrik pada suatu bangunan dengan sistem 1 fasa, lampu-lampu listrik yang digunakan dikendalikan oleh saklar. Demikian juga peralatan listrik lainnya se- perti pemanas, pendingin udara, pompa air dan lain-lain. 






Beberapa saklar yang sering digunakan sebagai kendali peralatan listrik antara lain :

1.  Saklar kutub tunggal
2.  Saklar kutub ganda
3.  Saklar kutub tiga
4.  Saklar seri
5.  Saklar kelompok
6.  Saklar tukar
7.  Saklar silang


Masing-masing jenis saklar ini akan di uraikan tersendiri sebagai berikut:

Kontaktor - Sistem pengendali

Gambar 1. Bentuk Fisik Kontaktor
Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik. Mungkin review sedikit, dalam sistem pengendalian ada dua kelompok komponen listrik yang dipakai, yaitu komponen kontrol dan komponen daya. Pada tulisan kali ini khusus akan menguraikan kontaktor sebagai komponen daya. Atau secara sederhana Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektro magnet. Pada Kontaktor ini ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit.


Bentuk fisik Kontaktor terbuat dari bahan plastik keras yang kokoh gambar-1. Pemasangan ke panel bisa dengan menggunakan rel atau disekrupkan. Kontaktor bisa  digabungkan  dengan  beberapa pengaman  lainnya,  misalnya  dengan pengaman bimetal atau overload relay. Yang harus diperhatikan adalah kemampuan hantar arus kontaktor harus disesuaikan dengan besarnya arus beban, karena berkenaan dengan kemampuan kontaktor secara elektrik.
 
Konstruksi Kontaktor/Cara Kerja
Kontaktor merupakan saklar daya yang bekerja dengan prinsip elektromagnetik gambar-2. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan  arus  listrik  akan  menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO. Kerusakan yang terjadi pada kontaktor, karena belitan koil terbakar  atau  kontak  tipnya  saling lengket atau ujung-ujung kontaknya terbakar.

Transformator Tiga Phasa dan bagian-bagiannya



Transformator tiga fasa secara prinsip sama dengan sebuah transfor- mator satu fasa, perbedaan yang paling mendasar adalah pada sistem kelistrikannya yaitu sistem satu fasa dan tiga fasa.  Sehingga  sebuah  transformator tiga fasa bisa dihubung bintang, segi- tiga, atau zig-zag.

 Transformator tiga fasa banyak  diguna- kan pada sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik karena pertimbangan  eko- nomis. Transformator tiga fasa banyak sekali mengurangi berat dan lebar ke- rangka, sehingga harganya dapat diku- rangi bila dibandingkan dengan peng- gabungan tiga buah transformator satu fasa dengan “rating” daya yang sama.

Tetapi transformator tiga fasa juga mempunyai  kekurangan,  diantaranya bila salah satu fasa mengalami kerusa- kan, maka seluruh transformator harus dipindahkan (diganti), tetapi bila trans- formator terdiri dari tiga buah transfor- mator satu fasa, bila salah satu fasa transformator mengalami kerusakan. Sistem masih bisa dioperasikan dengan sistem “ open delta “.

 
close