Update Ebook Terbaru : Buku 1 PLN : Kriteria Disain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ||Buku 2 PLN : Standar Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik || Buku 3 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Rendah Tenaga Listrik || Buku 4 PLN : Standar Konstruksi Gardu Distribusi dan Gardu Hubung Tenaga Listrik || Buku 5 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik || Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Buka Menu Ebook Download Page-2
Tampilkan postingan dengan label safety. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label safety. Tampilkan semua postingan

Penangkal Petir Sangkar Faraday


Petir, sering kita jumpai, khususnya jika terjadi hujan. Manusia terus mengembangkan cara 'meredam' keganasan alam, apalagi berkaitan dengan hunian, ataupun tempat beraktivitas, tentu ingin aman dari bahaya petir. Di tulisan sebelumnya cukup banyak mengenai cara antisipasi petir


Kali ini kita masuk ke metode metode yang biasa dilakukan untuk melindungi rumah dari bahaya petir, biasanya menggunakan metode konvensional. 


Apa itu metode konvensional..?


Metode konvensional, adalah rangkaian jalur instalasi penyalur petir yang bersifat pasif menerima sambaran petir.

Apa saja metode konvensional ini..Yuk lanjut berikutnya.

Apa itu kabel BC atau kabel grounding

Pemasangan Grounding

Apa itu kabel BC atau kabel grounding.? BC atau Bare Core, kenapa dinamakan demikian? Karena kabel BC tidak memiliki isolator pembungkus kabel, jadi jenis ini hanya terdiri dari inti kabel saja. Ada 2 jenis yaitu berbahan tembaga dan Alumunium. Yang tembaga di sebur Bare Copper Conductor (BCC), dan jenis Alumunium di namakan AAC (All Alumunium Conductor). Kabel BCC dan AAC lebih di kenal sebagai kabel udara. Sementara untuk kabel BC lebih familiar untuk jenis kabel grounding atau penangkal petir. Dalam instalasi penangkal petir Kabel BC jenis ini biasanya dipakai pada penghantar penurunan (down conductor).

Mengenal Alat Deteksi Kebakaran (Detektor)

Fire
(source :http://wikipedia.org)

Di tulisan sebelumnya, banyak di tulis mengenai bahaya kebakaran, seputar APAR, jenis jenis APAR dari jenis Powder, CO2, Foam, dll. Dalam suatu sistem proteksi kebakaran suatu gedung, sistem deteksi dan alarm kebakaran seperti  dalam SNI 03-3985-2000 menjelaskan bahwa detektor kebakaran adalah alat yang dirancang untuk mendeteksi adanya kebakaran dan mengawali suatu tindakan. Ada 4 macam pembagian Detektor, yaitu :

Selang Gas Elpiji

 

Selang Gas Elpiji

Berikutnya masih mengenai Instalasi Gas Elpiji, masuk ke Selang Gas Elpiji. Untuk melihat definisinya secara teknis, merujuk pada Peraturan Menteri Perindustian no.04/2007 Tentang penetapan 6 spesifikasi Teknis Produk Industri. Definisinya yaitu adalah Selang karet untuk kompor gas LPG selang karet lentur yang digunakan untuk mengalirkan gas LPG ke kompor gas untuk keperluan rumah tangga.



Regulator Gas Elpiji

Regulator Gas

Dalam instalasi Pipa Gas, atau pemakaian gas Elpiji di rumah-rumah maupun industri, regulator gas sudah menjadi pemakaian yang lazim digunakan. 

Sebenarnya apa fungsi dan kegunaan dari regulator gas. 


Yuk ikutin uraian singkat berikut.


Definisi Regulator Gas

Regulator adalah alat pengatur tekanan yang berfungsi  sebagai penyalur dan mengatur serta menstabilkan tekanan gas yang keluar dari tabung supaya aliran gas menjadi konstan.

Atau mungkin yang banyak orang ketahui sebagai tutup tabung gas atau juga penyambung tabung gas ke kompor, merupakan pengatur kestabilan tekanan gas yang keluar dari tabung gas dan akan disalurkan ke kompor atau peralatan lain seperti heater dll. 

Pengertian V-Belt, bahan dan konstruksinya

V belt, atau jika di indonesiakan menjadi sabuk V. Banyak di temui pada benda berputar, seperti conveyor, genset, motor, dll. Banyak sekali digunakan di mesin sekitar kita. Apa sebenarnya V belt ini, bahan dan jenisnya bagaimana?





Yuk ikuti uraian singkat berikut.

Pengertian V-Belt
Belt atau sabuk yang memiliki penampang berbentuk trapesium. Bahan pembentuknya adalah terbuat dari tenunan dan serat-serat yang dibenamkan pada karet yang kemudian dibungkus dengan anyaman dan karet. 

Fungsi dari v-Belt ini adalah digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda. 

Memahami kadaluarsa dan Nameplate tabung gas ELPIJI

Kode masa kadaluarsa Tabung
Tahukah Anda, kalau di tabung gas ELPIJI ada masa kadaluarsanya? Dan kode-kode yang ada di tabung juga memiliki arti tersendiri. 

Yuk simak uraian singkat berikut ini.


Masa Kadaluarsa Tabung Gas ELPIJI

Memahami struktur Tabung gas ELPIJI

Kemasan Tabung LPG

Bentuk dan kemasan tabung gas LPG (ELPIJI) di atur dalam Peraturan Menteri Energi & Sumber  Daya Mineral Nomor  26 Tahun 2009 tentang  Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas ( LPG ). 

Di pasaran untuk konsumsi rumah tangga biasanya menggunakan tabung berukuran 3 Kg, 12 Kg. Sementara untuk konsumsi industri, seperti restoran, pabrik menggunakan tabung berukuran 50 Kg, atau di atasnya.

Selama ini, sebagai pengguna gas ELPIJI, tidak memahami makna atau maksud tulisan tulisan yang ada di tabung maupun nameplate yang ada padanya. Secara singkat akan di uraikan mengenai hai ini.

Struktur Tabung LPG (ELPIJI)

Komponen pembentuk ELPIJI dan sifat-sifatnya

 

Elpiji dan unsur pembentuknya

ELPIJI merupakan merk atau brand Pertamina untuk gas LPG (liquified Petroleum gas) yang mulai dipasarkan sejak tahun 1968 -- lihat tulisan sebelumnya



Namun apakah sebenarnya unsur unsur atau kandungan yang ada di dalamnya? Dalam tulisan singkat ini akan di uraikan mengenai unsur yang dikandung dalam ELPIJI..?

Ada 4 unsur atau komponen pembentuk, seperti terlihat pada gambar di atas. Yaitu :

1. Propana (C3H8)

Rumus Kimia Propana

Merupakan komponen atau unsur yang mendominasi ELPIJI. Propana merupakan 
senyawa alkana tiga karbon dengan rumus kimia C3H8. Komposisi utama LPG adalah propana (paling tidak 90%), dengan tambahan butana dan propena. 

LPG pengertian dan sejarahnya


LPG (
Liquefied Petroleum Gas ) kadang disebut juga elpiji merupakan campuran dari unsur hydocarbon yang berasal dari penyulingan minyak mentah dan berbentuk gas. Mulai banyak digunakan secara meluas sejak konversi kompor minyak tanah menjadi kompor gas pada tahun 2007. Namun banyak juga kasus di masyarakat tentang kebakaran akibat dari kompor gas.



Melalui tulisan seri Elpiji ini, akan di uraikan pengertian, sejarah, tabung, safety dan hal hal yang masih berkaitan dengan Elpiji.

Sejarah LPG

Dr. Walter Snelling, dikenal sebagai Father of Propane seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika Serikat pada tahun 1910 menemukan LPG. 

Pada mulanya Dr. Snelling meneliti produksi propana, yang telah ditemukan sebelumnya oleh Edmund Ronalds pada tahun 1864. Snelling menandainya sebagai komponen yang mudah menguap dalam bensin pada tahun 1910, membuat alat penyulingan dan memisahkan "bensin liar" menjadi komponen cair dan gas.

Perlindungan pada jaringan kabel data/komunikasi dari bahaya Petir

Data Center (source: http://pixabay.com)
 Saat ini jaringan data/komunikasi menjadi perlengkapan kantor/gedung yang umum bahkan sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok. Setelah memberikan solusi perlindungan yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya, berikutnya adalah kita berikan perlindungan pada jaringan kabel data/telekomunikasi.


Bagaimana caranya..? Yuk ikuti uraian singkat berikut ini.


Ada beberapa peralatan yang di desain dan di gunakan untuk memberikan perlindungan dari bahaya petir, yaitu :


1. Perlindungan pada jaringan kabel Koaksial (Coaxcial Cable)

Kabel koaksial merupakan kabel jaringan yang dibungkus dengan metal yang lembek. Kabel koaksial digunakan sebagai saluran transmisi untuk sinyal frekuensi radio atau TV. Di jaringan komputer kabel koaksial berfungsi untuk menghubungkan perangkat-perangkat didalam jaringan komputer, misalnya untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.

Lalu bagaimana cara memberikan perlindungan dari bahaya petir?

Klasifikasi kelas kebakaran atau Api sistem NFPA

Setiap negara menetapkan penentuan klasifikasi kebakaran atau api. Di Amerika Serikat menggunakan NFPA dengan kode standar NFPA 10: Standard for Portable Fire Extinguishers, tahun 2013, di beberapa negara lain seperti Australia dan Selandia Baru, menggunakan standar AS/NZS 1941 pada tahun 2007. Di Inggris menggunakan klasifikasi dengan standar BS EN 3, dan ini digunakan juga di negara negara Eropa.


Adapun penetapan klasifikasi kebakaran/api memiliki tujuan sebagai berikut :

• Menentukan media pemadam efektif menurut sumber api / kebakaran.

• Menentukan aman tidaknya jenis media pemadam tertentu untuk memadamkan kelas kebakaran tertentu berdasarkan sumber api/kebakarannya.

Klasifikasi ini biasanya berdasarkan kelompok bahan bakar tertentu. Mengenai klasifikasi ini, Indonesia menganut Klasifikasi kebakaran atau api dengan mengadopsi sistem National Fire Protection Association (NFPA), sesuai keputusan Menteri Tenaga Kerja Indonesia melalui Peraturan PER.MEN: NO/PER/04/MEN/1980 tertanggal 14 April 1980. (silahkan klik link untuk mendownload dokumennya).

Busbar komponen instalasi listrik

Busbar panel LVMDP 

Busbar..? Banyak kita jumpai di panel-panel listrik, dari High Voltage maupun panel distribusi. Tulisan kali ini membahas secara singkat mengenai bus-bar.  

Pengertian Busbar
Secara bahasa busbar adalah strip atau bar logam yang dalam sistem distribusi tenaga listrik ditempatkan dalam panel listrik/distribusi yang berfungsi sebagai penghubung antara source dengan bebannya.
 
Busbar adalah penghantar arus listrik yang terbuat dari tembaga atau logam lainnya seperti alumunium, namun keumuman banyak digunakan tembaga. Karena busbar memiliki fungsi yang sama dengan kabel sebagai penghubung. Maka busbar memiliki kemampuan hantar Arus, sesuai dengan dimensinya. 

Pada penggunaan di panel listrik, untuk arus diatas 250 A maka disarankan untuk memakai busbar sebagai penghubungnya. Kenapa demikian? Karena dengan menggunakan Busbar akan mempermudah pemasangan komponen, seperti MCCB/ACB/lainnya pada panel. Dibandingkan apabila arus 250 A ke atas menggunakan kabel, tentu dimensi kabel lebih besar sehingga  pemasangannya sulit, selain dari segi estetika maupun safety lebih bagus menggunakan busbar.

Standar Warna Busbar di Panel

Standar Warna Busbar
Berdasarkan standar pada PUIL. maka dalam penggimaan busbar untuk tiap fasanya diberi warna yang berbeda:

            • merah untuk fasa R - Phasa 1
            • kuning untuk fasa S - Phasa 2
            • hitam untuk fasa T - Phasa 3
            • biru untuk fasa N - Netral
            • Hijau untuk grounding (G)

Apakah LOTO (Lock Out Tag Out) itu..?

Dalam melakukan pekerjaan perawatan mesin/atau maintenance, sering sekali kita jumpai pemasangan LOTO, sebagai prasayarat  atau pengamat saat melakukan pekerjaan. Lalu apa sih LOTO itu, atau kepanjangan dari Log Out Tag Out

Pengertian Umum
Lock Out Tag Out atau biasa disingkat dengan LOTO adalah menunjuk pada suatu prosedur atau proses penguncian sumber daya dengan gembok posisi OFF untuk menjamin mesin/alat berbahaya secara tepat telah dimatikan dan tidak akan menyala kembali selama pekerjaan sesuai petunjuk pada kartu, tentang prosedur yang sedang terjadi. Prosedur ini perlu sehingga orang akan lebih berhati-hati memutar alat ini pada posisi ON sementara proses pekerjaan perbaikan masih berlangsung.


Kapan Log Out Tag Out diberikan..?

Perlindungan Power Line dari Bahaya Petir

LPI Shunt (Source: http://www.lpi.com.au)
 Perlindungan berikutnya dari bahaya sambaran petir yang bisa dilakukan, yaitu :

3. Memberikan perlindungan pada jaringan listrik (power line)

Pada bagian ini, untuk bisa memberikan perlindungan pada jaringan listrik, bisa dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut :


a. Shunt Protection (Shunt Surge Protection Device)

Pemasangan Arrester
Petir yang menghantam jaringan listrik dapat menghasilkan lonjakan tegangan ribuan bahkan bisa mencapai 100.000 Volt. Lonjakan tegangan merupakan kejadian sesaat, bisa terjadi 1 hingga 30 mikrodetik, dan tegangan bisa lebih dari 1000 Volt. Ini bisa merusak isolasi kabel, perangkat elektronik seperti TV, modem, dll.

 

Menyediakan sistem grounding untuk perlindungan Petir

Pasang grounding
Solusi perlindungan dari bahaya sambaran petir berikutnya adalah:


2. Menyediakan sistem grounding yang terintegrasi dengan baik

Grounding, pernah di bahas dalam tulisan sebelumnya, memahami seputar grounding, dan juga cara pemasangannya, cara pertama, cara kedua. Namun kali ini berkaitan dengan sistem grounding untuk perlindungan bahaya petir. 

Dalam instalasi perlindungan petir grounding adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir kedalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir.

Jadi Grounding atau pentanahan merupakan hal yang sangat penting, karena sesuai dengan fungsinya dapat berlaku sebagai alat untuk tujuan pencegahan terjadinya kecelakaan, keselamatan maupun perlidungan terhadap beberapa obyek yaitu bangunan, peralatan, sistem instrumentasi dan sistem tenaga. 

Pada awalnya pentanahan hanya ditujukan untuk perlindungan gedung terhadap sambaran petir, namun dalam perkembangannya kemudian juga ditujukan untuk perlindungan terhadap peralatan, personil maupun gangguan dari luar berupa EMI (electromagnetic interference). Apakah EMI..? Adalah Gangguan elektromagnetik, juga disebut gangguan frekuensi radio ketika dalam spektrum frekuensi radio, adalah gangguan yang dihasilkan oleh sumber eksternal yang mempengaruhi rangkaian listrik dengan induksi elektromagnetik, sambungan elektrostatik, atau konduksi.

Mengenal APAR jenis Karbon Dioksida (CO2)

APAR jenis CO2

 Berikutnya adalah APAR jenis CO2 atau Carbon Dioksida. 


Definisinya APAR jenis ini, yaitu APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oksigen dari elemen penyusun segitiga api, serta berfungsi juga untuk mendinginkan panas yang timbul dengan semburan CO2 yang bersifat dingin. Di uraikan secara singkat dalam pemaparan fire triangle maupun fire tetrahedron di pengenalan APAR jenis Powder.

Menyediakan daerah proteksi untuk perlindungan Petir

Setelah mengetahui bahayanya petir, di artikel sebelumnya, klik link .. selanjutnya kita mulai menguraikan secara singkat solusi perlindungan bahaya sambaran petir satu per satu.






1. Menyediakan daerah proteksi ( sistem proteksi Eksternal )

Jika memperhatikan bahaya sambaran petir, maka sistem perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan dari sambaran langsung dengan yaitu dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (External Protection).

Sistem proteksi Eksternal dilakukan dengan pemasangan penangkal petir, beberapa jenis metode penangkal petir, di uraikan singkat sebagai berikut:

Mengenal APAR Jenis Powder


 APAR jenis Powder adalah APAR yang banyak kita temui, pada keumuman penggunaan APAR di gedung perkantoran ataupun lainnya. kali ini masuk ke uraian singkat mengenai definisi, jenis bahan yang digunakan dan lain-lainnya.


Pertama untuk ke Definisi, kita ingat teori segitiga api (fire triangle) dan fire tetrahedron
Secara tradisional pada konsep Segitiga Api (Fire Triangle), yang secara visual mewakili Bahan bakar (Fuel), Panas (Heat) dan Oksigen, digunakan untuk melambangkan kondisi yang diperlukan untuk terciptanya api. Api tidak dapat tercipta jika ada bagian dari segitiga yang hilang.

Setelah tercipta api, komponen keempat yang muncul yaitu rantai reaksi kimia berantai (Chemical Chain Reaction). Secara praktis kita bayangkan reaksi keempat ini adalah ‘lem’ yang mencegah tiga komponen lain menjadi berantakan. Jadi ilustrasi yang sekarang digunakan adalah tetrahedron (empat piramida sisi).

Perlindungan terhadap Bahaya Sambaran Petir

Pada saat hujan sering kita saksikan adanya petir. Apakah petir sebenarnya? Jika kita merujuk ke Wikipedia, Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa, saat lempeng pertama berupa awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng keduanya adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud) yang salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

 
close