• Mengenal Sensor atau Transduser

    Perkembangan industri dan dunia elektronika sangat cepat, apalagi dengan sistem otomasi industri atau di istilahkan Revolusi Industri 4.0, mengubah dari pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin. ..

  • Pemeliharaan Preventif motor listrik

    Sebelum terjadi kerusakan serius pada motor listrik, perlu dilakukan pemeliharaan preventif dengan periode yang ditentukan sesuai kapasitas/lokasi atau aturan dari pabrikannya....

  • Mengenal APAR jenis Karbon Dioksida (CO2)

    Definisinya APAR jenis ini, yaitu APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oksigen dari elemen penyusun segitiga api, serta berfungsi juga untuk mendinginkan panas yang timbul dengan semburan CO2 yang bersifat dingin...

  • Kontaktor - Sistem pengendali

    Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik. Mungkin review sedikit, dalam sistem pengendalian ada dua kelompok komponen listrik yang dipakai, yaitu komponen kontrol dan komponen daya...

Showing posts with label safety. Show all posts
Showing posts with label safety. Show all posts

LPG pengertian dan sejarahnya


LPG (
Liquefied Petroleum Gas ) kadang disebut juga elpiji merupakan campuran dari unsur hydocarbon yang berasal dari penyulingan minyak mentah dan berbentuk gas. Mulai banyak digunakan secara meluas sejak konversi kompor minyak tanah menjadi kompor gas pada tahun 2007. Namun banyak juga kasus di masyarakat tentang kebakaran akibat dari kompor gas.



Melalui tulisan seri Elpiji ini, akan di uraikan pengertian, sejarah, tabung, safety dan hal hal yang masih berkaitan dengan Elpiji.

Sejarah LPG

Dr. Walter Snelling, dikenal sebagai Father of Propane seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika Serikat pada tahun 1910 menemukan LPG. 

Pada mulanya Dr. Snelling meneliti produksi propana, yang telah ditemukan sebelumnya oleh Edmund Ronalds pada tahun 1864. Snelling menandainya sebagai komponen yang mudah menguap dalam bensin pada tahun 1910, membuat alat penyulingan dan memisahkan "bensin liar" menjadi komponen cair dan gas.

Perlindungan pada jaringan kabel data/komunikasi dari bahaya Petir

Data Center (source: http://pixabay.com)
 Saat ini jaringan data/komunikasi menjadi perlengkapan kantor/gedung yang umum bahkan sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok. Setelah memberikan solusi perlindungan yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya, berikutnya adalah kita berikan perlindungan pada jaringan kabel data/telekomunikasi.


Bagaimana caranya..? Yuk ikuti uraian singkat berikut ini.


Ada beberapa peralatan yang di desain dan di gunakan untuk memberikan perlindungan dari bahaya petir, yaitu :


1. Perlindungan pada jaringan kabel Koaksial (Coaxcial Cable)

Kabel koaksial merupakan kabel jaringan yang dibungkus dengan metal yang lembek. Kabel koaksial digunakan sebagai saluran transmisi untuk sinyal frekuensi radio atau TV. Di jaringan komputer kabel koaksial berfungsi untuk menghubungkan perangkat-perangkat didalam jaringan komputer, misalnya untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.

Lalu bagaimana cara memberikan perlindungan dari bahaya petir?

Klasifikasi kelas kebakaran atau Api sistem NFPA

Setiap negara menetapkan penentuan klasifikasi kebakaran atau api. Di Amerika Serikat menggunakan NFPA dengan kode standar NFPA 10: Standard for Portable Fire Extinguishers, tahun 2013, di beberapa negara lain seperti Australia dan Selandia Baru, menggunakan standar AS/NZS 1941 pada tahun 2007. Di Inggris menggunakan klasifikasi dengan standar BS EN 3, dan ini digunakan juga di negara negara Eropa.


Adapun penetapan klasifikasi kebakaran/api memiliki tujuan sebagai berikut :

• Menentukan media pemadam efektif menurut sumber api / kebakaran.

• Menentukan aman tidaknya jenis media pemadam tertentu untuk memadamkan kelas kebakaran tertentu berdasarkan sumber api/kebakarannya.

Klasifikasi ini biasanya berdasarkan kelompok bahan bakar tertentu. Mengenai klasifikasi ini, Indonesia menganut Klasifikasi kebakaran atau api dengan mengadopsi sistem National Fire Protection Association (NFPA), sesuai keputusan Menteri Tenaga Kerja Indonesia melalui Peraturan PER.MEN: NO/PER/04/MEN/1980 tertanggal 14 April 1980. (silahkan klik link untuk mendownload dokumennya).

Busbar komponen instalasi listrik

Busbar panel LVMDP 

Busbar..? Banyak kita jumpai di panel-panel listrik, dari High Voltage maupun panel distribusi. Tulisan kali ini membahas secara singkat mengenai bus-bar.  

Pengertian Busbar
Secara bahasa busbar adalah strip atau bar logam yang dalam sistem distribusi tenaga listrik ditempatkan dalam panel listrik/distribusi yang berfungsi sebagai penghubung antara source dengan bebannya.
 
Busbar adalah penghantar arus listrik yang terbuat dari tembaga atau logam lainnya seperti alumunium, namun keumuman banyak digunakan tembaga. Karena busbar memiliki fungsi yang sama dengan kabel sebagai penghubung. Maka busbar memiliki kemampuan hantar Arus, sesuai dengan dimensinya. 

Pada penggunaan di panel listrik, untuk arus diatas 250 A maka disarankan untuk memakai busbar sebagai penghubungnya. Kenapa demikian? Karena dengan menggunakan Busbar akan mempermudah pemasangan komponen, seperti MCCB/ACB/lainnya pada panel. Dibandingkan apabila arus 250 A ke atas menggunakan kabel, tentu dimensi kabel lebih besar sehingga  pemasangannya sulit, selain dari segi estetika maupun safety lebih bagus menggunakan busbar.

Standar Warna Busbar di Panel

Standar Warna Busbar
Berdasarkan standar pada PUIL. maka dalam penggimaan busbar untuk tiap fasanya diberi warna yang berbeda:

            • merah untuk fasa R - Phasa 1
            • kuning untuk fasa S - Phasa 2
            • hitam untuk fasa T - Phasa 3
            • biru untuk fasa N - Netral
            • Hijau untuk grounding (G)

Apakah LOTO (Lock Out Tag Out) itu..?

Dalam melakukan pekerjaan perawatan mesin/atau maintenance, sering sekali kita jumpai pemasangan LOTO, sebagai prasayarat  atau pengamat saat melakukan pekerjaan. Lalu apa sih LOTO itu, atau kepanjangan dari Log Out Tag Out

Pengertian Umum
Lock Out Tag Out atau biasa disingkat dengan LOTO adalah menunjuk pada suatu prosedur atau proses penguncian sumber daya dengan gembok posisi OFF untuk menjamin mesin/alat berbahaya secara tepat telah dimatikan dan tidak akan menyala kembali selama pekerjaan sesuai petunjuk pada kartu, tentang prosedur yang sedang terjadi. Prosedur ini perlu sehingga orang akan lebih berhati-hati memutar alat ini pada posisi ON sementara proses pekerjaan perbaikan masih berlangsung.


Kapan Log Out Tag Out diberikan..?

Perlindungan Power Line dari Bahaya Petir

LPI Shunt (Source: http://www.lpi.com.au)
 Perlindungan berikutnya dari bahaya sambaran petir yang bisa dilakukan, yaitu :

3. Memberikan perlindungan pada jaringan listrik (power line)

Pada bagian ini, untuk bisa memberikan perlindungan pada jaringan listrik, bisa dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut :


a. Shunt Protection (Shunt Surge Protection Device)

Pemasangan Arrester
Petir yang menghantam jaringan listrik dapat menghasilkan lonjakan tegangan ribuan bahkan bisa mencapai 100.000 Volt. Lonjakan tegangan merupakan kejadian sesaat, bisa terjadi 1 hingga 30 mikrodetik, dan tegangan bisa lebih dari 1000 Volt. Ini bisa merusak isolasi kabel, perangkat elektronik seperti TV, modem, dll.

 

Menyediakan sistem grounding untuk perlindungan Petir

Pasang grounding
Solusi perlindungan dari bahaya sambaran petir berikutnya adalah:


2. Menyediakan sistem grounding yang terintegrasi dengan baik

Grounding, pernah di bahas dalam tulisan sebelumnya, memahami seputar grounding, dan juga cara pemasangannya, cara pertama, cara kedua. Namun kali ini berkaitan dengan sistem grounding untuk perlindungan bahaya petir. 

Dalam instalasi perlindungan petir grounding adalah suatu perangkat instalasi yang berfungsi untuk melepaskan arus petir kedalam bumi, salah satu kegunaannya untuk melepas muatan arus petir.

Jadi Grounding atau pentanahan merupakan hal yang sangat penting, karena sesuai dengan fungsinya dapat berlaku sebagai alat untuk tujuan pencegahan terjadinya kecelakaan, keselamatan maupun perlidungan terhadap beberapa obyek yaitu bangunan, peralatan, sistem instrumentasi dan sistem tenaga. 

Pada awalnya pentanahan hanya ditujukan untuk perlindungan gedung terhadap sambaran petir, namun dalam perkembangannya kemudian juga ditujukan untuk perlindungan terhadap peralatan, personil maupun gangguan dari luar berupa EMI (electromagnetic interference). Apakah EMI..? Adalah Gangguan elektromagnetik, juga disebut gangguan frekuensi radio ketika dalam spektrum frekuensi radio, adalah gangguan yang dihasilkan oleh sumber eksternal yang mempengaruhi rangkaian listrik dengan induksi elektromagnetik, sambungan elektrostatik, atau konduksi.

Mengenal APAR jenis Karbon Dioksida (CO2)

APAR jenis CO2

 Berikutnya adalah APAR jenis CO2 atau Carbon Dioksida. 


Definisinya APAR jenis ini, yaitu APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oksigen dari elemen penyusun segitiga api, serta berfungsi juga untuk mendinginkan panas yang timbul dengan semburan CO2 yang bersifat dingin. Di uraikan secara singkat dalam pemaparan fire triangle maupun fire tetrahedron di pengenalan APAR jenis Powder.

Menyediakan daerah proteksi untuk perlindungan Petir

Setelah mengetahui bahayanya petir, di artikel sebelumnya, klik link .. selanjutnya kita mulai menguraikan secara singkat solusi perlindungan bahaya sambaran petir satu per satu.






1. Menyediakan daerah proteksi ( sistem proteksi Eksternal )

Jika memperhatikan bahaya sambaran petir, maka sistem perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan dari sambaran langsung dengan yaitu dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (External Protection).

Sistem proteksi Eksternal dilakukan dengan pemasangan penangkal petir, beberapa jenis metode penangkal petir, di uraikan singkat sebagai berikut:

Mengenal APAR Jenis Powder


 APAR jenis Powder adalah APAR yang banyak kita temui, pada keumuman penggunaan APAR di gedung perkantoran ataupun lainnya. kali ini masuk ke uraian singkat mengenai definisi, jenis bahan yang digunakan dan lain-lainnya.


Pertama untuk ke Definisi, kita ingat teori segitiga api (fire triangle) dan fire tetrahedron
Secara tradisional pada konsep Segitiga Api (Fire Triangle), yang secara visual mewakili Bahan bakar (Fuel), Panas (Heat) dan Oksigen, digunakan untuk melambangkan kondisi yang diperlukan untuk terciptanya api. Api tidak dapat tercipta jika ada bagian dari segitiga yang hilang.

Setelah tercipta api, komponen keempat yang muncul yaitu rantai reaksi kimia berantai (Chemical Chain Reaction). Secara praktis kita bayangkan reaksi keempat ini adalah ‘lem’ yang mencegah tiga komponen lain menjadi berantakan. Jadi ilustrasi yang sekarang digunakan adalah tetrahedron (empat piramida sisi).

Perlindungan terhadap Bahaya Sambaran Petir

Pada saat hujan sering kita saksikan adanya petir. Apakah petir sebenarnya? Jika kita merujuk ke Wikipedia, Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa, saat lempeng pertama berupa awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng keduanya adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud) yang salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Mengenal APAR jenis Foam atau Busa

 Merupakan jenis APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oxygen dari elemen penyusun segitiga api, dengan cara menyelimuti area yang disemprotkan untuk menghindari api yang dapat menyala kembali.

Bagaimana cara kerjanya? 

Berikut secara singkat , APAR jenis ini menggunakan media berbahan kimia berbentuk busa atau foam yang stabil. Pada saat aktif maka karbon dioksida akan mendorong media ini sehingga keluar dari tabung APAR. Apa yang terjadi selanjutnya? Maka Foam atau busa yang keluar akan menyelimuti titik api, sehingga api akan padam karena oksigen tidak dapat masuk dan bereaksi dengan unsur-unsur lain pembentuk api.

Dimana APAR Foam ini digunakan? 

Mengenal APAR jenis Air (Fire Extinguisher Water Types)

Source: www.indolok.id
 APAR Jenis air..? memang jenis ini tidak populer dengan jenis APAR lainnya. Namun memang ada jenis ini, berikut uraian singkatnya.


APAR ini menggunakan air sebagai media dengan tekanan tinggi. Harga APAR jenis ini yang paling terjangkau  dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam yang dikategorikan sebagai kebakaran kelas A, seperti kertas, karet, kain, Plastik dan lainnya. Namun APAR jenis dengan media air ini sangat berbahaya jika digunakan untuk kategori kebakaran kelas C, yaitu kebakaran yang disebabkan instalasi yang bertegangan.

Dengan bahasa sederhana APAR jenis air mampu mendinginkan bahan yang terbakar. Sangat efektif melawan kebakaran pada furnitur, kain, dll. (Termasuk kebakaran yang dalam), tetapi dapat digunakan dengan aman hanya jika listrik tidak ada.

Pengenalan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan bagian bagiannya


APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat pemadam api berbentuk tabung yang mudah dioperasikan oleh satu orang dan mudah dibawa/dijinjing.  APAR ditujukan untuk memadamkan api awal kecil pada awal terjadinya.


Karena kecil dan mudah dibawa, APAR sangat ringan beratnya 1-16 Kg. Dan jika lebih dari 16 Kg, bukan lagi dinamakan APAR, tapi dinamakan sebagai Alat Pemadam Api Mobile Unit.

Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 03

2. Fire Fighting Sistem Hydrant

Sistem ini menggunakan instalasi hydrant sebagai alat utama pemadam utama dengan media air bertekanan tinggi yang di alirkan melalui jalur pemipaan di bantu dengan pompa hisap dari air sumbernya (ground tank) untuk di alirkan menuju hydrant.

Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 02

Sistem pengamanan bahaya kebakaran yang kedua adalah sistem pemadaman (fire repression). Sistem pemadaman adalah salah satu tindakan pemadaman yang bersifat represif. Mengapa dinamakan demikian? Karena bahaya kebakaran sudah nyata di depan mata dan butuh tindakan represif untuk segera memadamkannya.

Sistem pemadam yang banyak digunakan yaitu sistem sprinkler, sistem hidran, fire extinguisher dan sistem fire gas. Namun sistem fire gas hanya ditempatkan di tempat tertentu saja. 

Dalam sistem sprinkler dan hidran, ada 3 pompa yang digunakan. 
1. Elektrik pump : merupakan pompa utama apabila head sprinkler atau hidran digunakan.
2. Diesel pump : pompa cadangan apabila pompa elektrik (elektrik pump) selama 10 detik tidak bisa bekerja.
3. Jockey pump: berfungsi untuk menstabilkan tekanan di instalasi, dan secara otomatis bekerja bila ada penurunan tekanan di instalasi.

Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 01

Kebakaran.. bisa menjadi musibah yang memusnahkan apa yang kita miliki. Di Lingkungan perumahan maupun di industri, tentu hal satu ini sudah pasti ingin dihindarkan.

Untuk bisa meminimalkan bahaya kebakaran, perlu di buat suatu sistem pengamanan terhadap bahaya kebakaran.
Hal-hal apa saja yang perlu disiapkan untuk meminimalkan resiko bila ini terjadi.


Secara umum, sistem pengamanan bahaya kebakaran bisa di bagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pencegahan

Bagaimana memilih ELCB / DPNa Vigi / Modul Vigi?

Bagaimana memilih ELCB/DPNa Vigi/Modul Vigi ? Agar sesuai dengan fungsi masing-masing dan tepat. Mungkin rekan rekan masih ada yg belum jelas mengenai ELCB/DPNa Vigi/Modul Vigi ? Akan di jelaskan secara ringkas pada uraian di bawah. Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus
bocor tersebut.



ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)
Seperti yg pernah di uraikan pada artikel sebelumnya : Pengertian ELCB (Earth leakage Circuit breaker) dan cara kerjanya, kita ulangi agar lebih di mengerti. Produk ini hanya mempunyai satu fungsi, mendeteksi arus bocor. Tidak terdapat pengaman thermal dan
magnetis, sehingga ELCB harus diamankan terhadap hubung singkat oleh MCB sisi atasnya.
ELCB produk Schneider
ELCB tidak boleh dipasang apabila kemungkinan hubung singkat melebihi 6kA. ELCB dapat dipadukan dengan alat bantu (auxiliary) seperti : OFS, MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip jarak jauh. ELCB mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada sekelompok sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit.

Contoh Rangkaian ELCB

Pengertian ELCB (Earth leakage Circuit breaker) dan cara kerjanya

Apa ELCB itu..? ELCB = Earth leakage Circuit breaker,  atau alat pengaman arus bocor tanah atau juga disebut saklar pengaman arus sisa (SPAS) bekerja dengan sistim differential, saklar ini memiliki sebuah transformator arus dengan inti berbentuk gelang, inti ini melingkari semua hantaran suplay ke mesin atau peralatan yang diamankan, termasuk hantaran netral, ini berlaku untuk semua sambungan satu-phasa, sambungan tiga-phasa tanpa netral maupun sambungan tiga-phasa dengan netral.

Secara sederhana, bisa di artikan ELCB adalah sebuah alat pemutus ketika terjadi kontak antara arus positif, arus negatif dan grounding pada instalasi listrik. Dan yang lebih penting lagi ELCB bisa memutuskan arus listrik ketika terjadi kontak antara listrik dan tubuh manusia. 

Komponen ELCB tidak dilengkapi dengan pengaman thermal dan magnetis, sehingga ELCB harus diamankan terhadap hubung singkat oleh MCB sisi atasnya. Biasanya ELCB dapat dipadukan dengan alat Bantu ( auxiliary ) seperti OFS, MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip jarak jauh. ELCB mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada sekelompok sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit.

Bagaimana Cara Kerja ELCB ?

Memahami seputar grounding

Setelah beberapa artikel sebelumnya berkaitan dengan grounding, seperti cara mengukur grounding, dan tipe topologi pemasangan grounding 1, dan tipe ke -2. Untuk melengkapinya berikut hal-hal yang perlu dipahami seputar grounding.




Tujuan pemasangan grounding..? Berikut adalah beberapa dari tujuan pemasangan grounding :


1. Penyediaan Referensi Tegangan Nol
2. Keselamatan Manusia dari petir dan kerusakan jaringan tenaga listrik.
3. Proteksi Struktur dan Infrastruktur dari petir dan kerusakan jaringan tenaga listrik.
4. pembuangan Muatan Elektrostatis
5. Proteksi pada perangkat elektronik
6. Membatasi atau memperlemah ‘noise’ dan ‘interferensi’


Nilai berapakah grounding yang bagus..? Berapa standarnya, berikut adalah urainnya:

1. Idealnya resitansi / impedansi ground harus NOL.
2. Target dari sistem grounding adalah untuk mencapai nilai resistansi / impedansi ground yang serendah mungkin, yang optimal secara ekonomis dan secara fisis bisa direalisasikan.
3. Standar NFPA1 dan IEEE2 merekomendasikan resistansi ground maksimal sebesar 5.0 ohm untuk sistem ground yang boleh digunakan.
4. Industri telekomunikasi sering menetapkan angka 5.0 ohm untuk resitansi / impedansi maksimum sebagai angka-aman untuk sistem grounding dan bonding.

Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi nilai besaran grounding..?

Ada 4 parameter yang menentukan besar-kecilnya resistansi pentanahan, yaitu :
1. Panjang atau kedalaman elektrode ground.
2. Diameter elektrode ground
3. Jumlah elektrode ground yang digunakan
4. Rancangan / topologi dari sistem ground yang digunakan.

Selain itu faktor lain yang mempengaruhi resistansi pentanahan adalah :

1. Kandungan air dalam tanah
2. Jenis dan Kualitas elektrolit yang terkandung dalam tanah
3. Adanya konduktor yang berdekatan dengan elektrode
4. Temperatur tanah

Pengaruh jenis elektrode mulai diameter, kedalamannya dan tipe-tipe tanah, akan di uraikan di artikel berikutnya.

Semoga Bermanfaat ...