Update Ebook Terbaru : Buku 1 PLN : Kriteria Disain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ||Buku 2 PLN : Standar Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik || Buku 3 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Rendah Tenaga Listrik || Buku 4 PLN : Standar Konstruksi Gardu Distribusi dan Gardu Hubung Tenaga Listrik || Buku 5 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik || Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Buka Menu Ebook Download Page-2
Print Friendly and PDF
Tampilkan postingan dengan label Pemadam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemadam. Tampilkan semua postingan

Mengenal Alat Deteksi Kebakaran (Detektor)

Fire
(source :http://wikipedia.org)

Di tulisan sebelumnya, banyak di tulis mengenai bahaya kebakaran, seputar APAR, jenis jenis APAR dari jenis Powder, CO2, Foam, dll. Dalam suatu sistem proteksi kebakaran suatu gedung, sistem deteksi dan alarm kebakaran seperti  dalam SNI 03-3985-2000 menjelaskan bahwa detektor kebakaran adalah alat yang dirancang untuk mendeteksi adanya kebakaran dan mengawali suatu tindakan. Ada 4 macam pembagian Detektor, yaitu :

Klasifikasi kelas kebakaran atau Api sistem NFPA

Setiap negara menetapkan penentuan klasifikasi kebakaran atau api. Di Amerika Serikat menggunakan NFPA dengan kode standar NFPA 10: Standard for Portable Fire Extinguishers, tahun 2013, di beberapa negara lain seperti Australia dan Selandia Baru, menggunakan standar AS/NZS 1941 pada tahun 2007. Di Inggris menggunakan klasifikasi dengan standar BS EN 3, dan ini digunakan juga di negara negara Eropa.


Adapun penetapan klasifikasi kebakaran/api memiliki tujuan sebagai berikut :

• Menentukan media pemadam efektif menurut sumber api / kebakaran.

• Menentukan aman tidaknya jenis media pemadam tertentu untuk memadamkan kelas kebakaran tertentu berdasarkan sumber api/kebakarannya.

Klasifikasi ini biasanya berdasarkan kelompok bahan bakar tertentu. Mengenai klasifikasi ini, Indonesia menganut Klasifikasi kebakaran atau api dengan mengadopsi sistem National Fire Protection Association (NFPA), sesuai keputusan Menteri Tenaga Kerja Indonesia melalui Peraturan PER.MEN: NO/PER/04/MEN/1980 tertanggal 14 April 1980. (silahkan klik link untuk mendownload dokumennya).

Perlindungan Power Line dari Bahaya Petir

LPI Shunt (Source: http://www.lpi.com.au)
 Perlindungan berikutnya dari bahaya sambaran petir yang bisa dilakukan, yaitu :

3. Memberikan perlindungan pada jaringan listrik (power line)

Pada bagian ini, untuk bisa memberikan perlindungan pada jaringan listrik, bisa dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut :


a. Shunt Protection (Shunt Surge Protection Device)

Pemasangan Arrester
Petir yang menghantam jaringan listrik dapat menghasilkan lonjakan tegangan ribuan bahkan bisa mencapai 100.000 Volt. Lonjakan tegangan merupakan kejadian sesaat, bisa terjadi 1 hingga 30 mikrodetik, dan tegangan bisa lebih dari 1000 Volt. Ini bisa merusak isolasi kabel, perangkat elektronik seperti TV, modem, dll.

 

Mengenal APAR jenis Karbon Dioksida (CO2)

APAR jenis CO2

 Berikutnya adalah APAR jenis CO2 atau Carbon Dioksida. 


Definisinya APAR jenis ini, yaitu APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oksigen dari elemen penyusun segitiga api, serta berfungsi juga untuk mendinginkan panas yang timbul dengan semburan CO2 yang bersifat dingin. Di uraikan secara singkat dalam pemaparan fire triangle maupun fire tetrahedron di pengenalan APAR jenis Powder.

Menyediakan daerah proteksi untuk perlindungan Petir

Setelah mengetahui bahayanya petir, di artikel sebelumnya, klik link .. selanjutnya kita mulai menguraikan secara singkat solusi perlindungan bahaya sambaran petir satu per satu.






1. Menyediakan daerah proteksi ( sistem proteksi Eksternal )

Jika memperhatikan bahaya sambaran petir, maka sistem perlindungan petir harus mampu melindungi struktur bangunan atau fisik maupun melindungi peralatan dari sambaran langsung dengan yaitu dengan di pasangnya penangkal petir eksternal (External Protection).

Sistem proteksi Eksternal dilakukan dengan pemasangan penangkal petir, beberapa jenis metode penangkal petir, di uraikan singkat sebagai berikut:

Mengenal APAR Jenis Powder


 APAR jenis Powder adalah APAR yang banyak kita temui, pada keumuman penggunaan APAR di gedung perkantoran ataupun lainnya. kali ini masuk ke uraian singkat mengenai definisi, jenis bahan yang digunakan dan lain-lainnya.


Pertama untuk ke Definisi, kita ingat teori segitiga api (fire triangle) dan fire tetrahedron
Secara tradisional pada konsep Segitiga Api (Fire Triangle), yang secara visual mewakili Bahan bakar (Fuel), Panas (Heat) dan Oksigen, digunakan untuk melambangkan kondisi yang diperlukan untuk terciptanya api. Api tidak dapat tercipta jika ada bagian dari segitiga yang hilang.

Setelah tercipta api, komponen keempat yang muncul yaitu rantai reaksi kimia berantai (Chemical Chain Reaction). Secara praktis kita bayangkan reaksi keempat ini adalah ‘lem’ yang mencegah tiga komponen lain menjadi berantakan. Jadi ilustrasi yang sekarang digunakan adalah tetrahedron (empat piramida sisi).

Mengenal APAR jenis Foam atau Busa

 Merupakan jenis APAR yang memisahkan/mengambil elemen Oxygen dari elemen penyusun segitiga api, dengan cara menyelimuti area yang disemprotkan untuk menghindari api yang dapat menyala kembali.

Bagaimana cara kerjanya? 

Berikut secara singkat , APAR jenis ini menggunakan media berbahan kimia berbentuk busa atau foam yang stabil. Pada saat aktif maka karbon dioksida akan mendorong media ini sehingga keluar dari tabung APAR. Apa yang terjadi selanjutnya? Maka Foam atau busa yang keluar akan menyelimuti titik api, sehingga api akan padam karena oksigen tidak dapat masuk dan bereaksi dengan unsur-unsur lain pembentuk api.

Dimana APAR Foam ini digunakan? 

Mengenal APAR jenis Air (Fire Extinguisher Water Types)

Source: www.indolok.id
 APAR Jenis air..? memang jenis ini tidak populer dengan jenis APAR lainnya. Namun memang ada jenis ini, berikut uraian singkatnya.


APAR ini menggunakan air sebagai media dengan tekanan tinggi. Harga APAR jenis ini yang paling terjangkau  dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam yang dikategorikan sebagai kebakaran kelas A, seperti kertas, karet, kain, Plastik dan lainnya. Namun APAR jenis dengan media air ini sangat berbahaya jika digunakan untuk kategori kebakaran kelas C, yaitu kebakaran yang disebabkan instalasi yang bertegangan.

Dengan bahasa sederhana APAR jenis air mampu mendinginkan bahan yang terbakar. Sangat efektif melawan kebakaran pada furnitur, kain, dll. (Termasuk kebakaran yang dalam), tetapi dapat digunakan dengan aman hanya jika listrik tidak ada.

Pengenalan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan bagian bagiannya


APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat pemadam api berbentuk tabung yang mudah dioperasikan oleh satu orang dan mudah dibawa/dijinjing.  APAR ditujukan untuk memadamkan api awal kecil pada awal terjadinya.


Karena kecil dan mudah dibawa, APAR sangat ringan beratnya 1-16 Kg. Dan jika lebih dari 16 Kg, bukan lagi dinamakan APAR, tapi dinamakan sebagai Alat Pemadam Api Mobile Unit.

Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 03

2. Fire Fighting Sistem Hydrant

Sistem ini menggunakan instalasi hydrant sebagai alat utama pemadam utama dengan media air bertekanan tinggi yang di alirkan melalui jalur pemipaan di bantu dengan pompa hisap dari air sumbernya (ground tank) untuk di alirkan menuju hydrant.

Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 02

Sistem pengamanan bahaya kebakaran yang kedua adalah sistem pemadaman (fire repression). Sistem pemadaman adalah salah satu tindakan pemadaman yang bersifat represif. Mengapa dinamakan demikian? Karena bahaya kebakaran sudah nyata di depan mata dan butuh tindakan represif untuk segera memadamkannya.

Sistem pemadam yang banyak digunakan yaitu sistem sprinkler, sistem hidran, fire extinguisher dan sistem fire gas. Namun sistem fire gas hanya ditempatkan di tempat tertentu saja. 

Dalam sistem sprinkler dan hidran, ada 3 pompa yang digunakan. 
1. Elektrik pump : merupakan pompa utama apabila head sprinkler atau hidran digunakan.
2. Diesel pump : pompa cadangan apabila pompa elektrik (elektrik pump) selama 10 detik tidak bisa bekerja.
3. Jockey pump: berfungsi untuk menstabilkan tekanan di instalasi, dan secara otomatis bekerja bila ada penurunan tekanan di instalasi.

Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 01

Kebakaran.. bisa menjadi musibah yang memusnahkan apa yang kita miliki. Di Lingkungan perumahan maupun di industri, tentu hal satu ini sudah pasti ingin dihindarkan.

Untuk bisa meminimalkan bahaya kebakaran, perlu di buat suatu sistem pengamanan terhadap bahaya kebakaran.
Hal-hal apa saja yang perlu disiapkan untuk meminimalkan resiko bila ini terjadi.


Secara umum, sistem pengamanan bahaya kebakaran bisa di bagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pencegahan

 
close