Sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran bagian 03

2. Fire Fighting Sistem Hydrant

Sistem ini menggunakan instalasi hydrant sebagai alat utama pemadam utama dengan media air bertekanan tinggi yang di alirkan melalui jalur pemipaan di bantu dengan pompa hisap dari air sumbernya (ground tank) untuk di alirkan menuju hydrant.

Komponen utama hydrant :
1. Hydrant pillar
2, Hydrant box
3. Hydrant valve
4. Siamese connection
5. Fire hose (selang pemadam kebakaran)
6. Hose rack
7. Nozzle

Komponen utama Hydrant
Berbeda dengan sistem sebelumnya yaitu sistem sprankler, sistem hydrant bekerja secara manual oleh manusia sementara sistem sprinkler bekerja otomatis. Penempatan pillar hydrant harus selalu berdekatan dengan Box hydrant. Standar dan tatacara pemasangan pillar hydrant di atur dalam SNI 03-1745.


Sama seperti sistem sprankler, sistem hydrant di kenal ada 2 macam, yaitu :
a. Dry Riser System : pada sistem ini seluruh instalasi pipa hydrant tidak berisi air bertekanan, dan otomatis peralatan penyedia air akan bekerja jika peralatan penyedia air akan secara otomatis jika katup selang kebakaran di buka.

b. Wet Riser System : pada sistem ini seluruh instalasi pipa hydrant berisikan air bertekanan , dan tekanan air akan di jaga relatif tetap/stabil.

3. Fire Fighting fire Extinguisher


Lebih kita kenal dengan istilah APAR (Alat Pemadam Api Ringan) merupakan Alat pemadam api berbentuk tabung yang mudah dioperasikan oleh satu orang dan mudah dijinjing.  APAR ditujukan untuk memadamkan api awal kecil pada awal terjadinya.

     Berat APAR berkisar antara 1 kg – 16 kg.  Alat pemadam lebih berat dari 16 kg disebut alat pemadam api Mobile Unit (kereta dorong).



4. Fire Fighting Sistem Gas


Source : firesystem.id
Yang terakhir dalam sistem pemadaman api adalah sistem fire gas. Biasanya digunakan untuk ruangan tertentu yang memiliki karakteristik khusus dalam penanganan pemadamannya, seperti elektronik, zat kimia tertentu dll.

Sistem yang digunakan biasanya menggunakan fire gas terpusat, dimana tabung-tabung pemadam fire gas seperti mengandung Foam, Halon, FM 100, CO2, di tempatkan secara terpusat dan pendistribusian ke ruangan melalui motorized  valve/actuator, instalasi pemipaan dan nozzle.

Sistem pengamanan bahaya kebakaran yang ketiga adalah :
3. Fire Evacuation (Evakuasi)

Fire Evacuation, atau evakuasi adalah prosedur apabila :
a. Alarm kebakaran berbunyi
b. Ada api, asap atau bau terbakar disekitar gedung.



Apabila terjadi keadaan tersebut, maka ikuti Prosedur Evakuasi keadaan darurat kebakaran yang telah ditetapkan.

Seperti prosedur evakuasi berikut :
  • Harap tetap tenang dan tidak panik
  • Menuju tangga darurat dengan segera dan berjalan kaki biasa dengan cepat namun tidak berlari
  • Untuk yang mengenakan sepatu hak tinggi, harap dilepas karena bisa menyulitkan langkah kaki
  • Tidak diperbolehkan membawa barang yang lebih besar dari tas tangan/kantor
  • Sampaikan kepada orang lain atau tamu yang masih dalam ruangan untuk segera melakukan evakuasi
  • Jika banyak asap dan menutupi pandangan, maka berjalanlah dengan merayap pada tembok, atau berpegangan pada tanggal dan aturlah nafas pendek-pendek
  • Tidak boleh berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang dibelakang Anda dan tentu saja kan menghambat proses evakuasi
  • Menuju titik kumpul yang ada sesegera mungkin dan menunggu instruksi berikutnya
Musibah kebakaran tidak ada seseorangpun yang menginginkannya. Setidaknya dengan mengetahui sistem Pengamanan Bahaya Kebakaran ini, di awali dari pencegahan, kemudian pemadaman dan terakhir evakuasi, bisa meminimalkan kerugian yang terjadi.

Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment