Mengenal APAR Jenis Powder


 APAR jenis Powder adalah APAR yang banyak kita temui, pada keumuman penggunaan APAR di gedung perkantoran ataupun lainnya. kali ini masuk ke uraian singkat mengenai definisi, jenis bahan yang digunakan dan lain-lainnya.


Pertama untuk ke Definisi, kita ingat teori segitiga api (fire triangle) dan fire tetrahedron
Secara tradisional pada konsep Segitiga Api (Fire Triangle), yang secara visual mewakili Bahan bakar (Fuel), Panas (Heat) dan Oksigen, digunakan untuk melambangkan kondisi yang diperlukan untuk terciptanya api. Api tidak dapat tercipta jika ada bagian dari segitiga yang hilang.

Setelah tercipta api, komponen keempat yang muncul yaitu rantai reaksi kimia berantai (Chemical Chain Reaction). Secara praktis kita bayangkan reaksi keempat ini adalah ‘lem’ yang mencegah tiga komponen lain menjadi berantakan. Jadi ilustrasi yang sekarang digunakan adalah tetrahedron (empat piramida sisi).

Dari uraian fire triangle dan fire tetrahedron, dapat di simpulkan :

  • Api tidak akan tercipta apabila salah satu komponen fire triangle hilang
  • Api tidak akan dapat terus menyala jika salah satu komponen tetrahedron hilang.
Kembali ke definisi, APAR jenis Powder, adalah pemadam dengan basis bubuk kimia kering yang memadamkan dengan cara memutus rantai reaksi kimia, yang menjadi bagian tetrahedron api. Dengan terputus maka api tidak bisa berkobar/nyala terus hingga bisa memadamkan api. Selama pembakaran, bahan bakar terurai menjadi radikal bebas, yang merupakan fragmen molekul yang sangat reaktif yang bereaksi dengan oksigen. Zat dalam alat pemadam kimia kering dapat menghentikan proses ini.

Bahan/zat kimia yang digunakan dalam APAR jenis Powder

Berikut beberapa bahan/zat kimia yang digunakan, yaitu :

1. Monoammonium fosfat
APAR bahan Monoammonium Fosfat (source: http://www.en.wikipedia.org)

Ini adalah bahan paling umum digunakan, dikenal sebagai kimia kering kelas tiga, multiguna, atau ABC APAR Powder,  digunakan pada kebakaran kelas A, B dan C. Mendapatkan p
eringkat kelas A karena dari kemampuan agen untuk meleleh dan mengalir pada 177 ° C (351 ° F) untuk memadamkan api. Bersifat lebih korosif dibanding bahan lain, dan sebagai pembeda memiliki warna kuning pucat.

2. Sodium bikarbonat
APAR bahan Sodium Bikarbonat (Source: http://en.wikipedia.org)


APAR dengan bahan ini biasa digunakan untuk kebakaran kelas B dan C, adalah agen kimia kering yang pertama kali dikembangkan. Zat ini dalam panasnya api bereaksi dengan  melepaskan awan karbon dioksida yang memadamkan api. Artinya, menghasilkan gas yang mengusir oksigen dari api, sehingga menghentikan reaksi kimia. Namun pada umumnya tidak efektif pada kebakaran kelas A karena agen dikeluarkan dan awan gas menghilang dengan cepat, dan jika bahan bakar masih cukup panas, api akan menyala lagi. Sementara api cair dan gas biasanya tidak menyimpan banyak panas dalam sumber bahan bakarnya, api padat menyimpan banyak panas. Sodium bikarbonat sangat umum di dapur komersial sebelum munculnya agen kimia basah, tetapi sekarang tidak disukai karena jauh kurang efektif daripada agen kimia basah untuk kebakaran kelas K, kurang efektif daripada Ungu-K untuk kebakaran kelas B, dan tidak efektif pada kebakaran kelas A. Berwarna putih atau biru.


3. Kalium bikarbonat (unsur utama Ungu-K)
APAR Powder bahan Kalium bikarbonat (source : http://en.wikipedia.org)

Bahan Kalium atau Pottasium bikarbonat APAR Powder jenis bahan ini digunakan pada kebakaran kelas B dan C. Dan lebih efektif sekitar dua kali digunakan pada kebakaran kelas B daripada APAR yang berbahan natrium bikarbonat, ini adalah bahan kimia kering yang disukai dalam industri minyak dan gas. Satu-satunya bahan kimia kering yang disertifikasi untuk digunakan di ARFF oleh NFPA. Bubuk APAR jenis ini berwarna violet.

4. Potassium bikarbonat & Urea Complex (AKA Monnex)


APAR bahan Monnex (source: http://firecity.co.uk )

APAR Powder dengan bahan ini digunakan pada kebakaran kelas B dan C. Lebih efektif daripada semua bubuk lainnya karena kemampuannya untuk menipis (di mana bubuk terurai menjadi partikel yang lebih kecil) di zona api menciptakan luas permukaan yang lebih besar untuk penghambatan radikal bebas. Memiliki warna abu-abu untuk membedakannya.

5. Potasium klorida, atau Super-K
 
APAR Powder bahan Pottasium Klorida (Source: http://en.wikipedia.org)

APAR dengan bahan ini, zat pottasium klorida adalah bahan kimia kering dikembangkan dalam upaya menciptakan bahan kimia kering yang kompatibel dengan busa protein dengan efisiensi tinggi. Jenis ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an, sebelum Purple-K, itu tidak pernah sepopuler agen lain karena, sebagai garam, itu cukup korosif. Digunakan untuk kebakaran kelas B dan C, Dan untuk membedakan bubuk APAR ini berwarna putih.

6. Foam Compatible dengan bahan utama natrium bikarbonat (BC)
APAR bahan Sodium bikarbonat (Source: https://highskyrvparts.com)

APAR dengan bahan Sodium atau Natrium bikarbonat dikembangkan untuk digunakan dengan busa protein untuk memadamkan kebakaran kelas B. Sebagian besar mengandung logam stearat agar tahan air, tetapi bahan ini cenderung merusak selimut busa yang dibuat oleh busa berbasis protein (hewani). Jenis yang kompatibel dengan busa menggunakan silikon sebagai bahan anti air, yang tidak merusak busa. Memiliki efektivitas yang sama bahan kimia kering biasa, dan berwarna hijau muda (beberapa formulasi merek ANSUL berwarna biru). Namun jenis ini umumnya tidak lagi digunakan karena sebagian besar bahan kimia kering modern dianggap kompatibel dengan busa sintetis seperti AFFF.

7. MET-L-KYL / PYROKYL 
APAR Powder bahan MET-L-KYL (Source: http://en.wikipedia.org)

APAR dengan bahan ini adalah variasi khusus dari natrium bikarbonat untuk kebakaran cairan piroforik yaitu menyala saat kontak dengan udara. Dan juga mengandung partikel silika gel. Natrium bikarbonat mengganggu reaksi berantai bahan bakar dan silika gel menyerap bahan bakar yang tidak terbakar, mencegah kontak dengan udara. Ini juga efektif untuk bahan bakar kelas B lainnya. Memiliki warna biru / merah.

Semoga bermanfaat ..

0 komentar:

Post a Comment