Update Ebook Terbaru : Buku 1 PLN : Kriteria Disain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ||Buku 2 PLN : Standar Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik || Buku 3 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Rendah Tenaga Listrik || Buku 4 PLN : Standar Konstruksi Gardu Distribusi dan Gardu Hubung Tenaga Listrik || Buku 5 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik || Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Buka Menu Ebook Download Page-2
Print Friendly and PDF
Tampilkan postingan dengan label standar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label standar. Tampilkan semua postingan

Mengenal Nomenklatur kabel

Kode kode Kabel Listrik


Pernah memperhatikan kode kode kabel..? Dalam kegiatan sehari hari teknisi, sering menemui berbagai macam jenis kabel, sesuai dengan peruntukkannya. Untuk itu perlu salah satu pengenalan mengenai nomenklatur kabel, agar bisa tahu jenis, ukuran peruntukkan dan lain sebagainya.


Panduan dasar kode/Nomenklatur pada kabel listrik :

Memahami Faktor Daya atau faktor kerja

Segitiga Daya

Untuk dapat memahami apa itu faktor daya, ada baiknya kita mengingat kembali tentang pengertian umum dari Daya Semu, Daya Aktif dan Daya Reaktif. Masih ingat..? Lebih mudah kita lihat gambar segitiga daya di samping.



Dalam sistem listrik khususnya sistem AC atau Arus Bolak-Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, yaitu:

• Simbol S, di sebut Daya semu dengan satuan VA atau Volt Amper

• Simbol P, di sebut Daya aktif dengan satuan Watt

• Simbol Q, di sebut Daya reaktif dengan satuan VAR atau Volt Amper Reaktif

Secara sederhana, biasa kita ingat, jika langganan PLN di rumah, kantor, pabrik dan lainnya akan selalu menggunakan satuan VA, misalnya 1300 VA atau 197 KVA, dan sejenisnya. Kenapa demikian? Daya semu adalah total perkalian dari arus dan tegangan dalam jaringan listrik tersebut. Jika perhitungannya dalam jaringan 3 phase, maka di tambahkan perkalian dengan akar 3.

Pembagian jenis MCB berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya

Setelah mengenal apa itu MCB pada tulisan sebelumnya, berikutnya masuk ke jenis MCB berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya. 

Yuk kita kenali MCB yang biasa digunakan. Sehingga penggunaannya tepat dan safety dari peralatan yang digunakan dapat terpenuhi.




Berikut tipe tipe atau pembagian jenis MCB  berdasarkan penggunaan dan rating kerjanya.

MCB tipe B

Tipe B banyak digunakan di instalasi listrik perumahan maupun industri ringan. Tipe ini memiliki karakteristik yaitu akan trip jika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus nominal MCB). 

Misalnya jika pada MCB tertulis arus maksimumnya 6 A, maka MCB akan trip antara 18 A sampai dengan 30 A. 

Perlindungan pada jaringan kabel data/komunikasi dari bahaya Petir

Data Center (source: http://pixabay.com)
 Saat ini jaringan data/komunikasi menjadi perlengkapan kantor/gedung yang umum bahkan sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok. Setelah memberikan solusi perlindungan yang sudah dibahas dalam artikel sebelumnya, berikutnya adalah kita berikan perlindungan pada jaringan kabel data/telekomunikasi.


Bagaimana caranya..? Yuk ikuti uraian singkat berikut ini.


Ada beberapa peralatan yang di desain dan di gunakan untuk memberikan perlindungan dari bahaya petir, yaitu :


1. Perlindungan pada jaringan kabel Koaksial (Coaxcial Cable)

Kabel koaksial merupakan kabel jaringan yang dibungkus dengan metal yang lembek. Kabel koaksial digunakan sebagai saluran transmisi untuk sinyal frekuensi radio atau TV. Di jaringan komputer kabel koaksial berfungsi untuk menghubungkan perangkat-perangkat didalam jaringan komputer, misalnya untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.

Lalu bagaimana cara memberikan perlindungan dari bahaya petir?

Klasifikasi kelas kebakaran atau Api sistem NFPA

Setiap negara menetapkan penentuan klasifikasi kebakaran atau api. Di Amerika Serikat menggunakan NFPA dengan kode standar NFPA 10: Standard for Portable Fire Extinguishers, tahun 2013, di beberapa negara lain seperti Australia dan Selandia Baru, menggunakan standar AS/NZS 1941 pada tahun 2007. Di Inggris menggunakan klasifikasi dengan standar BS EN 3, dan ini digunakan juga di negara negara Eropa.


Adapun penetapan klasifikasi kebakaran/api memiliki tujuan sebagai berikut :

• Menentukan media pemadam efektif menurut sumber api / kebakaran.

• Menentukan aman tidaknya jenis media pemadam tertentu untuk memadamkan kelas kebakaran tertentu berdasarkan sumber api/kebakarannya.

Klasifikasi ini biasanya berdasarkan kelompok bahan bakar tertentu. Mengenai klasifikasi ini, Indonesia menganut Klasifikasi kebakaran atau api dengan mengadopsi sistem National Fire Protection Association (NFPA), sesuai keputusan Menteri Tenaga Kerja Indonesia melalui Peraturan PER.MEN: NO/PER/04/MEN/1980 tertanggal 14 April 1980. (silahkan klik link untuk mendownload dokumennya).

 
close