Pengertian V-Belt, bahan dan konstruksinya

V belt, atau jika di indonesiakan menjadi sabuk V. Banyak di temui pada benda berputar, seperti conveyor, genset, motor, dll. Banyak sekali digunakan di mesin sekitar kita. Apa sebenarnya V belt ini, bahan dan jenisnya bagaimana?





Yuk ikuti uraian singkat berikut.

Pengertian V-Belt
Belt atau sabuk yang memiliki penampang berbentuk trapesium. Bahan pembentuknya adalah terbuat dari tenunan dan serat-serat yang dibenamkan pada karet yang kemudian dibungkus dengan anyaman dan karet. 

Fungsi dari v-Belt ini adalah digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda. 
Bahan V-Belt
Bahan V belt

Ada 2 tipe v belt, namun sebenarnya jika di lihat secara struktur, hampir sama,namun bedanya adalah alurnya saja.

Terlihat keduanya (sebelah kiri tipe konvensional, dan kanan tipe Cog) memiliki bahan terdiri dari:
  • Canvas (kampas/kain mota/Terpal) memiliki fungsi bahan pengikat struktur karet.
  • Karet  (Karet) memiliki fungsi agar V-belt bersifat Elastis dari dan juga menjaga agar V-belt tidak Slip.
  • Kawat Pengikat(Cord) memiliki fungsi sebagai penguat V-Belt agar tidak mudah Putus.
Konstruksi V Belt

Konstruksi V Belt


Dari gambar konstruksi v belt di atas, baik tipe Konvensional maupun tipe Cog sama atau mirip penjelasannya dengan mengenal bahan V belt, yaitu sebagai berikut :

1. Terpal/Penutup/Sampul
Merupakan komponen yang terbuat dari material berupa serat tenunan, yang berguna untuk melindungi bagian-bagian yang mampu diregangkan.

2. Bagian Penarik, di sebut juga tensile member
Merupakan komponen yang dapat direnggangkan yang berupa kawat dengan tingkat kekuatan yang tinggi serta hanya mengalami sedikit regangan ketika ditarik. hal tersebut guna menjamin kestabilan panjang dari sabuk serta lamanya waktu pemakaian sabuk. 

3&4. Badan Sabuk/Belt Body
        dalam gambar konstruksi di atas terdiri dari no. 3 & 4 
Badan Sabuk terbuat dari bahan campuran karet khusus yang dapat menghasilkan sifat mekanik yang cukup baik, efisiensi transmisi tinggi serta dapat menjamin tingkat keausan karet yang seminimum mungkin.

Bersambung ..



0 komentar:

Post a Comment