Print Friendly and PDF

Tips untuk membuat Wiring Diagram dari Panel atau Instalasi Listrik

 

Panel dan Instalasi Listrik

Sebagai Teknisi, mungkin kita pernah mengalami kesulitan saat troubleshoot masalah di Panel listrik maupun instalasi. Ya.. gambar wiring tidak ada, terpaksa kita mengurut kembali satu persatu jalur instalasi, atau koneksi dari part/komponen satu ke komponen lainnya. Begitulah keadaan apabila ini terjadi. Dan idealnya memang suatu instalasi dan Panel listrik memiliki gambar wiring diagramnya. 

Berikut Tips untuk membuat Wiring Diagram dari Panel atau Instalasi Listrik :

Panel Listrik,

  • Kenali simbol masing-masing komponen dalam Panel
  • Gambar terlebih dahulu, jalur power/tegangan pada Panel
  • Kemudian gambar jalur sistem kontrolnya (jika ada)
Instalasi Listrik

  • Kenali simbol masing-masing komponen dalam instalasi
  • Kenali ada berapa grup jalur instalasi, berdasar dari sumbernya
  • Catat beban (lampu/stop kontak/dll) untuk rekapitulasi bebanya
  • Catat penggunaan kabel dan komponen lainnya, apakah sudah sesuai?
  • Kemudian gambar jalur sistem kontrolnya (jika ada)
Contoh kasus
Misalnya kita ingin menggambar wiring diagram, semua lampu, stop kontak, jalur kabel di rumah, maka pertama digambar terlebih dulu denah rumah plus komponen seperti lampu, stop kontak, dll, misalnya jadi seperti ini :

Denah rumah lengkap dengan komponen listriknya

Dari gambar ini, bagaimana wiring diagram atau diagram kawatnya, serta rekapitulasi beban yang ada. Apakah ini sudah sesuai? KHA sudah sesuai standar atau belum.

Maka kemudian dibuatkan Wiring diagram dan Diagram pemipaan sebagai berikut:

Wiring Diagram Rumah

Diagram Pemipaan Jalur Instalasi Rumah

Di sarankan mengenai jalur instalasi rumah :
  • Kabel/instalasi masuk ke dalam kabel
  • Jalur instalasi (pipa) di bawah plafon.
Saran di bawah plafon untuk jalur instalasi lebih bagus, walaupun secara estetika terkadang kurang, namun secara safety lebih baik. Boleh dikatakan selama ini, instalasi di atas plafon seperti umum atau kebanyakan di rumah kita, tidak pernah ada yang cek bagaimana kondisinya. Dan ini bisa menjadi penyebab kebakaran, di sebabkan instalasi yang rusak menyebabkan Short circuit dan panas di sekitarannya.

Instalasi di bawah Plafon

Bagaimana rekapitulasi beban contoh kasus instalasi ini..?

Kita hitung, dan catat satu per satu, dan dibuatkan tabelnya sebagai berikut:

Rekapitulasi Beban dari contoh kasus instalasi

Setelah di hitung, bisa kemudian di lihat kembali, penggunaan kabel apakah sudah sesuai dengan KHA nya..? Menggunakan jenis kabel apa? silahkan merujuk kembali pada tulisan sebelumnya, mengenai kabel NYM, dan kabel NYY.

Semoga bermanfaat...

0 komentar:

Posting Komentar

 
close