Refrigeran - Media penghantar AC

Refrigeran atau biasa kita kenal dengan istilah freon, adalah media penghantar yang digunakan dalam sistem AC

Cara melakukan perawatan battery/ACCU Basah

Untuk melakukan perawatan battery/ACCU basah yang umumnya digunakan pada generator, bisa kita merujuk pada pabrikan pembuat masing-masing ACCU.

Kontaktor - Sistem pengendali

Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik.

Lampu Pijar

Lampu pijar, sudah sangat familiar dengan kita. Secara umum lampu listrik dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu jenis lampu Pijar dan jenis Tabung.

Pipa kapiler -komponen utama AC

Pipa kapiler merupakan komponen utama AC yang berfungsi menurunkan tekanan refrigran dan mengatur aliran refrigran menuju evaporator.

Sejarah Lampu Neon (Lampu Tabung)


George Claude
Siapakah yang menemukan lampu neon (lampu tabung)? berikut sejarah singkatnya..

Menjelang akhir abad ke-19, George Claude (September 24, 1870 – May 23, 1960), seorang ilmuwan Perancis malakukan percobaan-percobaan dengan membuat busur antara dua elektroda dalam sebuah pembuluh pipa vakum dengan diisi gas neon.

Cara melakukan Pengujian tahanan pertanahan (grounding)

Seperti yang telah dibahas pada bagian sistem pentanahan, betapa penting sistem pentanahan baik dalam sistem tenaga listrik AC maupun dalam pentanahan peralatan untuk menghindari sengatan listrik bagi manusia, rusaknya peralatan dan terganggunya pelayanan sistem akibat gangguan tanah. Untuk menjamin sistem pentanahan memenuhi persyaratan perlu dilakukan pengujian. Pengujian ini sebenarnya adalah pengukuran tahanan elektroda pentanahan yang dilakukan setelah dilakukan pemasangan elektroda atau setelah perbaikan atau secara periodik setiap tahun sekali. Hal ini harus dilakukan untuk memastikan tahanan pentanahan yang ada karena bekerjanya sistem pengaman arus lebih akan ditentukan oleh tahanan pentanahan ini.

Pada saat ini telah banyak beredar di pasaran alat ukur tahanan pentanahan yang biasa disebut Earth Tester atau Ground Tester. Dari yang untuk beberapa fungsi sampai dengan yang banyak fungsi dan kompleks. Penunjukkan alat ukur ini ada yang analog ada pula yang digital dan dengan cara pengoperasian yang mudah serta aman. Untuk lingkungan kerja yang cukup luas, sangat disarankan untuk memiliki alat semacam ini.

Bahasan dalam bagian ini menjelaskan tentang prinsip-prinsip pengujian pengukuran tahanan pentanahan, teknik pengukuran yang presisi baik untuk elektroda tunggal maupun banyak.


Lampu Pijar Keunggulan dan Sejarahnya

Lampu pijar, sudah sangat familiar dengan kita. Secara umum lampu listrik dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu jenis lampu pijar dan lampu tabung (neon sign). Kali ini ditulis mengenai lampu pijar, mulai dari sejarah, jenis dan keunggulan maupun kelemahannya.

A. Sejarah lampu pijar



Bola lampu listrik yang praktis ditemukan pada tahun 1879 secara bersamaan antara Sir Joseph Wilson Swan dan Thomas Alva EdisonMeskipun lampu pijar pertama telah diproduksi 40 tahun sebelumnya, tidak ada penemu yang mampu membuat desain yang praktis sampai Edison menerima tantangan pada akhir tahun 1870-an. Setelah pengujian yang tak terhitung jumlahnya, ia mengembangkan filamen benang karbon tahan tinggi yang menyala terus selama berjam-jam dan generator listrik yang cukup canggih untuk memberi daya pada sistem pencahayaan besar.

Pada tanggal 5 Februari 1879, Swan adalah orang pertama yang merancang sebuah bola lampu listrik. Dia memperagakan lampu pijar dengan filamen karbon di depan sekitar 700 orang, tepatnya di kota Newcastle Upon Tyne, Inggris. 
Joseph Swan dan penemuannya

Konstruksi Motor Induksi

Motor induksi paling luas digunakan, mayoritas di industri , rumah tangga maupun aplikasi lainnya. Motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.
A. Konstruksi Motor Induksi
Gambar 1. fisik Motor Induksi
Konstruksi motor induksi secara detail terdiri atas dua bagian, yaitu: bagian stator dan bagian rotor gambar 1. Stator adalah bagian motor yang diam terdiri : badan motor, inti stator, belitan stator, bearing dan terminal box. Bagian  rotor  adalah  bagian  motor yang berputar, terdiri atas rotor sangkar,   poros   rotor.      Konstruksi motor induksi tidak ada bagian rotor yang bersentuhan dengan bagian stator, karena dalam motor induksi tidak komutator dan sikat arang.

Konstruksi motor induksi lebih sederhana dibandingkan dengan motor DC, dikarenakan tidak ada komutator dan tidak ada sikat arang gambar 1. Sehingga pemeliharaan motor induksi hanya bagian mekanik saja, dan konstruksinya yang sederhana motor induksi sangat handal dan jarang sekali rusak secara elektrik. Bagian motor induksi yang perlu dipelihara rutin adah pelumasan bearing, dan pemeriksaan kekencangan baut-baut kabel pada terminal box karena kendor atau bahkan lepas akibat pengaruh getaran secara terus menerus.


Jenis kabel atau penghantar listrik

Kabel penghantar yang terbungkus isolasi, ada yang berinti tunggal atau banyak, ada yang kaku atau berserabut, ada yang dipasang di udara atau di dalam tanah,
dan masing-masing digunakan sesuai dengan kondisi pemasangannya.

Kabel instalasi yang biasa digunakan pada instalasi penerangan, jenis kabel yang banyak digunakan dalam instalasi rumah tinggal untuk pemasangan tetap ialah NYA dan NYM. Pada penggunaannya kabel NYA menggunakan pipa untuk melindungi secara mekanis ataupun melindungi dari air dan kelembaban yang dapat merusak kabel tersebut.

1. Kabel NYA

Kabel NYA
Kabel NYA hanya memiliki satu penghantar berbentuk pejal, kabel ini pada umumnya digunakan pada instalasi rumah tinggal.

Dalam pemakaiannya pada instalasi listrik harus menggunakan pelindung dari pipa union atau paralon / PVC ataupun pipa fleksibel.







2. Kabel NYM

Penyebab Kebakaran dan cara penangannya

Kebakaran sering terjadi dikota-kota besar seperti Jakarta atau lainnya. Namun kebakaran bisa menimpa siapa saja. Dan yang paling sering disebut -saat kita mendengar berita, penyebab kebakaran adalah dari listrik. Benar ga sih..? Berikut beberapa catatan penyebab kebakaran dari akibat listrik dan cara pencegahannya.




1. Ukuran kabel tidak memadai
Ukuran kabel yang tidak memadai Salah satu faktor yang menentukan ukuran kabel atau penghantar adalah besar arus nominal yang akan dialirkan melalui kabel/ penghantar tersebut sesuai dengan lingkungan pemasangannya, terbu- ka atau tertutup. 
Dasar pertimbang- annya adalah efek pemanasan yang dialami oleh penghantar tersebut jangan melampaui batas. Bila kapasitas arus terlampaui maka akan menimbulkan efek panas yang berkepanjangan yang akhirnya bisa merusak isolasi dan atau membakar benda-benda sekitarnya. 

Berikut ilustrasi gambar kabel terbakar:

Alat Proteksi Otomatis

Setelah kita mengetahui bahaya listrik dari sentuhan langsung dan tidak langsung. Diperlukan suatu peralatan proteksi untuk mengantisipasi bahaya sentuhan ini. Pada saat ini sudah banyak dijumpai alat-alat proteksi otomatis terhadap tegangan sentuh. Peralatan ini tidak terbatas pada pengamanan manusia dari sengatan listrik, namun berkem- bang lebih luas untuk pengamanan dari bahaya kebakaran.





Jenis-jenis Alat Proteksi Otomatis

Jenis-jenis alat proteksi yang banyak dipakai, antara lain adalah: Residual Current Device (RCD), Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) dan Ground Fault Circuit Interruptor (GFCI). Walaupun berbeda-beda namun secara prinsip adalah sama. Yakni, alat ini akan bekerja/aktif bila mendeteksi adanya arus bocor ke tanah. Karena kemampuan itulah, arus bocor ini di- analogikan dengan arus sengatan listrik yang mengalir pada tubuh manusia.