Refrigeran - Media penghantar AC

Refrigeran atau biasa kita kenal dengan istilah freon, adalah media penghantar yang digunakan dalam sistem AC

Cara melakukan perawatan battery/ACCU Basah

Untuk melakukan perawatan battery/ACCU basah yang umumnya digunakan pada generator, bisa kita merujuk pada pabrikan pembuat masing-masing ACCU.

Kontaktor - Sistem pengendali

Kontaktor, atau dikenal sebagai saklar daya, termasuk komponen daya dalam sistem pengendalian di istilah listrik.

Lampu Pijar

Lampu pijar, sudah sangat familiar dengan kita. Secara umum lampu listrik dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu jenis lampu Pijar dan jenis Tabung.

Pipa kapiler -komponen utama AC

Pipa kapiler merupakan komponen utama AC yang berfungsi menurunkan tekanan refrigran dan mengatur aliran refrigran menuju evaporator.

Refrigeran - Media penghantar AC

Refrigeran atau biasa kita kenal dengan istilah freon, adalah media penghantar yang digunakan dalam sistem AC. Zat ini berfungsi untuk menyerap panas dari benda atau udara yang didinginkan dan membawanya kemudian membuangnya ke udara sekeliling di luar benda/ruangan yang didinginkan.

Siapa sih pertama kali yang menggunakan ini?
Di tahun 1834, Jacob Perkins mulai menggunakannya pada mesin uap dengan menggunakan eter sebagai bahan refrigerannya. Dan di tahun 1926, Thomas Midgely mengembangkan CFC pertama (Chlorofluorocarbon), R-12. CFC adalah nonflammable, tidak beracun (bila dibandingkan dengan Sulfur Dioksida) dan efisien. Produksi komersial dimulai pada 1931 dan dengan cepat dapat di temui di rumah-rumah berpendingin. Willis Carrier mengembangkan chiller sentrifugal pertama untuk penggunaan komersial dan era refrigerasi dan pengkondisian udara dimulai.
Penggunaan refrigeran-refrigeran yang disebutkan diatas tersingkir setelah ditemukannya Freon (merek dagang) oleh E.I. du Point de Nemours and Co pada sekitar tahun 1930an, dan menjadi sangat populer sampai dengan tahun 1985. Refrigeran ini disebut sebagai refrigeran halokarbon (halogenated hydrocarbon) karena adanya unsur-unsur halogen yang digunakan (Cl, Br) atau kadangkala disebut sebagai refrigeran fluorokarbon (fluorinated hydrocarbon) karena danya unsure fluor (F) dalam senyawanya. 

CCA (Cold Cranking Ampere) Battery

Apa itu CCA Battery.? Mungkin di antara kita masih asing istilah ini. Paling familiar adalah istilah Ampere Hour (AH). Padahal saat kita menggunakan battery untuk keperluan Genset, maka CCA punya pengaruh signifikan.






Berikut beberapa istilah yg perlu kita fahami :

Cold Cranking Ampere ( CCA )
Nilai CCA dari suatu batery adalah arus ( dalam ampere ) dari batery yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 ⁰C selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 Volt atau Lebih.

Reserve Capacity ( RC )
Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada batery yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 Amper pada 27 ⁰C setelah sistem pengisian dilepas.
Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 Volt per sel ( 10.5 Volt Total untuk batery 12 Volt ). RC = Waktu / Lamanya batery dapat digunakan.

Ampere Hour Capasity ( Ah )
Kapasitas batery adalah banyaknya arus pada batery yang di isi penuh dapat menyediakan arus selama 20 Jam pada 27 ⁰C tanpa penurunan tegangan tiap sel dibawh 1.75 Volt.

Memahami seputar grounding

Setelah beberapa artikel sebelumnya berkaitan dengan grounding, seperti cara mengukur grounding, dan tipe topologi pemasangan grounding 1, dan tipe ke -2. Untuk melengkapinya berikut hal-hal yang perlu dipahami seputar grounding.





Tujuan pemasangan grounding..? Berikut adalah beberapa dari tujuan pemasangan grounding :


1. Penyediaan Referensi Tegangan Nol
2. Keselamatan Manusia dari petir dan kerusakan jaringan tenaga listrik.
3. Proteksi Struktur dan Infrastruktur dari petir dan kerusakan jaringan tenaga listrik.
4. pembuangan Muatan Elektrostatis
5. Proteksi pada perangkat elektronik
6. Membatasi atau memperlemah ‘noise’ dan ‘interferensi’


Nilai berapakah grounding yang bagus..? Berapa standarnya, berikut adalah urainnya:

1. Idealnya resitansi / impedansi ground harus NOL.
2. Target dari sistem grounding adalah untuk mencapai nilai resistansi / impedansi ground yang serendah mungkin, yang optimal secara ekonomis dan secara fisis bisa direalisasikan.
3. Standar NFPA1 dan IEEE2 merekomendasikan resistansi ground maksimal sebesar 5.0 ohm untuk sistem ground yang boleh digunakan.
4. Industri telekomunikasi sering menetapkan angka 5.0 ohm untuk resitansi / impedansi maksimum sebagai angka-aman untuk sistem grounding dan bonding.

Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi nilai besaran grounding..?

Ada 4 parameter yang menentukan besar-kecilnya resistansi pentanahan, yaitu :
1. Panjang atau kedalaman elektrode ground.
2. Diameter elektrode ground
3. Jumlah elektrode ground yang digunakan
4. Rancangan / topologi dari sistem ground yang digunakan.

Selain itu faktor lain yang mempengaruhi resistansi pentanahan adalah :

1. Kandungan air dalam tanah
2. Jenis dan Kualitas elektrolit yang terkandung dalam tanah
3. Adanya konduktor yang berdekatan dengan elektrode
4. Temperatur tanah

Pengaruh jenis elektrode mulai diameter, kedalamannya dan tipe-tipe tanah, akan di uraikan di artikel berikutnya.

Cara pemasangan grounding tipe plat (tipe ke-2)


Tipe pemasangan grounding ini tergantung dari lokasi pemasangannya. Jika dengan kondisi tanah berpasir dan mengandung kerikil tinggi dengan Tahanan jenis tanah antara 20.000 – 250.000 ohm/cm, maka pemasangan grounding menggunakan tipe ke-2 yaitu dengan model tipe Plat.

Bagaimana caranya..? ikuti langkah-langkah berikut.

Bahan yang diperlukan :
1. Tembaga plat 1 x 1 meter, tebal 3 mm
2. Kabel BC ukuran 50 mm
3. Bentonit
4. Scun kabel 50 mm 
5. Klem tembaga

Langkah pekerjaan :

Cara pemasangan grounding tipe batang (tipe ke-1)

Model pemasangan grounding untuk sistem kelistrikan ada beberapa tipe, tergantung tipe tanah/lokasi pemasangan grounding. Untuk tipe batang/rod (tipe 1) yg ditanam ke tanah, biasanya hanya dapat digunakan untuk jenis tanah rawa , tanah liat dan jenis Tanah lainnya yang banyak mengandung air / lembab ( tahanan tanahnya kecil ). Adapun jika dengan kondisi tanah berpasir dan mengandung kerikil tinggi dengan Tahanan jenis tanah antara 20.000 – 250.000 ohm/cm, maka pemasangan grounding menggunakan tipe ke-2 yaitu dengan model tipe Plat.

Bahan yg di perlukan :

  1. Ground Rod Copper ukuran 5/8 inchi : 3 Batang (1 batang : 4 Meter)
  2. Ground Coupler ukuran 5/8 inchi : 2 pcs
  3. Kabel BCC ukuran 50 mm : 10 meter
  4. Scun tembaga ukuran 50 mm : 2 pcs
  5. Ground klem coupler : 2 pcs
  6. Komponen untuk buat bak kontrol seperti : semen, dan pasir, Bata merah .

Bahan untuk tipe grounding -1

Setelah bahan-bahan siap, berikutnya bagaimana? yuk dilanjutkan..