Mengenal V-Belt Tipe Transmisi tanpa Friksi

Timing Belt

Setelah mengetahui dan mengenal V belt tipe transmisi dengan friksi, bagian 1 dan bagian 2, kita kemudian lanjut ke V belt tipe transmisi tanpa friksi.

Timing belt merupakan teknik sinkronisasi tingkat lanjut atau lebih advanced, memiliki kelebihan, namun juga ada kekurangannya. 




Berikut adalah sifat dari timing belt :

  1. Membuat mesin lebih sunyi, karena sifatnya yang ringan sehingga struktur mesin menjadi lebih ringan dan tidak membutuhkan peredam
  2. Bisa memiliki RPM lebih tinggi tanpa khawatir ada gagal momentum dari rantai.
  3. Untuk pemakaian di mobil,  di sarankan harus diganti setiap 40 ribu KM.
  4. Tidak memerlukan pelumasan
  5. Memiliki friksi lebih kecil disebabkan karena timing belt memiliki area kontak yang lebih lebar dibandingkan apabila menggunakan rantai. (Timing Chain)
  6. Mengurangi energi yang hilang karena getaran yang dihasilkan lebih kecil.
  7. Ini salah satu kekurangannya yaitu Timing belt bisa patah, dan bisa lebih merusakkan mesin.
  8. lebih sederhana dan lebih mudah dibandingkan timing chain.
Kita lihat di sifat no. 5, timing belt memiliki friksi yang kecil, sehingga timing belt dimasukkan kedalam kategori V belt tipe transmisi tanpa friksi. Jenis ini di tandai dengan simbol atau kode belt seperti S2M, S3M, S5M, S8M, S14M, MXL, XL, L, H, XH, XXH, T5, T10, T80, H8M, H14M.

Struktur Timing Belt
Jika kita mengacu sebagai catatan menggunakan V belt pabrikan dari Mitsuboshi, maka ada 2 struktur yang membedakannya, yaitu :

Struktur G/GB

Struktur G/GB (Rubber)


  1. Terbuat dari bahan rubber
  2. Secara luas digunakan diberbagai aplikasi industri
  3. Dapat digunakan dengan beban tinggi
  4. Standar temperatur range -30 sd 80 C. Untuk heat resistance bisa mencapai 100 C. Dan digunakan belt khusus untuk panas tertentu.
  5. Bersifat electrically conductive, dengan electrical resistance max 6 M Ohm.
  6. Menggunakan kode S atau Z untuk membedakannya.
Struktur U

Struktur U (Polyurethane)

  1. Memiliki akurasi yang solid di aplikasi transmisi rendah.
  2. Memiliki oil resistance yang baik.
  3. Bisa di custom sebagai double timing belt atau lainnya
  4. Attraktif secara visual dan menghasilkan debu karet yang sedikit. Sangat bagus dalam pemakaian tempat bersih.
  5. Digunakan untuk suhu dibawah 80 C
Profil Gigi (Tooth)
Selain dibedakan dengan struktur di atas, bisa di lihat juga profi pola giginya (tooth profile). Dan dari sini akan terlihat perbedaan kode/simbol dari timing beltnya. Yang pembagiannya sama yatu profile gigi (tooth profile trapezoidal dan Round).

1. Tipe struktur G/GB (rubber)

Trapezoidal Tooth

Trapezoidal Tooth Struktur G/GB

Round Tooth
Round tooth Struktur G/GB

2. Tipe struktur U (Polyurethane)

Trapezoidal Tooth
Trapezoidal tooth Struktur U

Round Tooth
Round Tooth Struktur U


Semoga Bermanfaat ..



0 komentar:

Posting Komentar

 
close