Print Friendly and PDF
Tampilkan postingan dengan label saving energy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saving energy. Tampilkan semua postingan

Jenis jenis bahan Pengisi (filling Material) Cooling Tower

Lanjut setelah mengetahui pengertian bahan pengisi (filling material), berikutnya mengenal jenis jenis bahan Pengisi (filling Material) Cooling Tower. Jenis bahan pengisi dapat dibagi menjadi:


1. jenis percikan (Splash fill)

Spash Fill
Dari gambar di samping, proses yang terjadi yaitu, air yang jatuh dari atas secara berurutan dari batang pemercing yg di tempatkan horizontal. Demikian terus menerus memecah air menjadi butiran lebih kecil, sambil membasahi permukaan bahan pengisi (filling material).
 Luas permukaan butiran air adalah luas permukaan perpindahan kalor dengan udara. 

Bahan pengisi percikan dari plastik memberikan perpindahan kalor yang lebih baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu.



2. jenis film (Film fill)


Film Fill
Jenis film, bahan jenis ini terdiri dari pemukaan plastik tipis dengan jarak yg saling berdekatan. Yang di atasnya terdapat seprotan air, dan membuat lapisan film yg tipis ini melakukan kontak dengan udara.

Model-model permukaannya ada bermacam-macam, ada berbentuk datar, bergelombang, berlekuk lekuk, ataupun pola lainnya.

Pada jenis ini, air membentuk lapisan tipis pada sisi - sisi lembaran pengisi. Dan Luas permukaan dari lembaran pengisi adalah luas perpindahan kalor dengan udara sekitar. 

Beberapa keuntungan jika di banding jenis splash fill, antara lain :
  • Lebih efisien dan dapat memberi perpindahan kalor yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash fill. 
  • Menghasilkan penghematan listrik yang signifikan karena kebutuhan air yang lebih sedikit dan head pompa yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis splash fill.

3. Low-clog film fill (jenis pengisi sumbatan rendah)

Low-clog film fill

Bahan jenis Low-clog film fill atau bahan pengisi sumbatan rendah dengan ukuran flute atau gelombang (dalam isian) lebih tinggi lebih rapat.  

Jenis ini dikembangkan untuk menangani air yang keruh. Dan merupakan pilihan terbaik untuk air laut karena adanya penghematan daya dan juga kinerja yang lebih baik di bandingkan dengan jenis percikan konvensional (splash fill). 




Semoga bermanfaat ..

Komponen komponen Panel Kapasitor Bank

Masih lanjut, seri belajar atau mereview kembali mengenai kapasitor, aplikasi dan pengggunaanya. Kita lihat pemasangan instalasi kebanyakan menggunakan metode 1, yaitu Global Compensation. Dan apa saja isi dari panel kapasitor bank ini, yuk di break down part per part berikut dengan uraian secara singkatnya :



 





1. Main switch / load Break switch

Mains switch atau lebih dikenal load break switch adalah peralatan pemutus dan penyambung yang sifatnya on load yakni dapat diputus dan disambung dalam keadaan berbeban, berbeda dengan on-off switch model knife yang hanya dioperasikan pada saat tidak berbeban . Main switch atau breaker utama ini merupakan peralatan kontrol dan isolasi jika ada pemeliharaan panel . Sedangkan untuk pengaman kabel / instalasi sudah tersedia disisi atasnya (dari) MDP.  

Metode Pemasangan Instalasi Kapasitor

Kapasitor, untuk review kembali teori dasar segitiga daya dan penggunaannya dalam perbaikan faktor daya. 

Berikutnya dalam instalasi jaringan listrik penggunaan kapasitor, dapat di klasifikasikan atau dibagi menjadi 3 metode, yaitu :


1. Global Compensation

Atau di sebut juga pemasangan secara terpusat. Dalam suatu instalasi kapasitor dengan metode ini kapasitor dipasang di induk panel ( MDP = Main Distribution Panel).

Dengan metode ini besarnya arus yang turun dari pemasangan hanya di penghantar antara panel MDP dan transformator. Namun arus setelah MDP tidak turun maka dengan demikian rugi akibat disipasi panas pada penghantar setelah MDP tidak terpengaruh. 

Minimal ada dua kelebihan dari metode ini yaitu :

  1. Pemanfaatan kompensasi daya dari kapasitor lebih baik karena beban tidak bekerja secara bersamaan 
  2. Biaya untuk perawatan dari kapasitor lebih rendah.
Berikut ilustrasi metode global compensation.


Metode 1. Global Compensation


2. Sectoral Compensation

Metode ini di sebut juga metode Group Compensation, Dengan metoda ini kapasitor yang terdiri dari beberapa panel kapasitor dipasang dipanel SDP (Sub Distrubution Panel). Metode ini cocok diterapkan pada industri dengan kapasitas beban terpasang besar sampai ribuan kva dan terlebih jarak antara panel MDP dan SDP cukup berjauhan.

Kelebihan dari metode ini yaitu biaya pemasangan yang rendah tetapi kapasitas pemasangan dapat dipakai sepenuhnya namun kelemahannya adalah pemasangan kapasitor bank pada setiap Panel subdistribusi (SDP) apalagi jika jumlahnya banyak dan hanya memberikan kompensasi secara upstream atau Jaringan sebelumnya. Untuk ilustrasi berikut gambarannya,


Metode 2. Group/Sectoral Compensation

3. Individual Compensation

Metode ini dilakukan dengan memasang kapasitor pada setiap beban, khususnya yang memiliki daya yang besar. Metode ini lebih baik karena langsung terpakai
oleh beban langsung sehingga bisa lebih efektif dan lebih baik dari segi teknisnya. 

Namun ada kekurangannya yaitu :
1. Harus menyediakan ruang atau tempat khusus untuk meletakkan kapasitor sehingga mengurangi nilai estetika. 
2. Biaya mahal, Jika beban dipasang sampai banyak
3. Kapasitor tidak sepenuhnya digunakan atau terpakai
4. Arus transien tinggi karena pensaklaran (kapasitor ON) yang bersamaan.

Berikut ilustrasinya,


Metode 3. Individual Compensation

Demikian metode pemasangan instalasi kapasitor dalam jaringan instalasi listrik.

Moga Bermanfaat ...

Kapasitor untuk memperbaiki Faktor Daya

Setelah mengetahui dasar dari segitiga daya, pada tulisan sebelumnya. Berikutnya kita masuk ke aplikasinya, yaitu kapasitor untuk memperbaiki faktor daya.

Sistim distribusi listrik khususnya yang menggunakan daya PLN > 200 KVA, sudah diwajibkan untuk menggunakan kapasitor bank untuk memperbaiki faktor dayanya, jika tidak maka akan ada tagihan tambahan yaitu nilai KVARH yang di bebankan ke pelanggan. Namun untuk pelanggan TR atau < 200 KVA tidak di wajibkan, tapi boleh jika ingin menggunakan.

Faktor daya dapat diperbaiki dengan memasang kapasitor pengkoreksi faktor daya pada sistim distribusi listrik/instalasi listrik di pabrik/industri. Kapasitor bertindak sebagai pembangkit daya reaktif dan oleh karenanya akan mengurangi jumlah daya reaktif, juga daya semu yang dihasilkan oleh bagian utilitas.

Bagaimana contohnya..? yuk ikuti uraian singkat berikut.

Cara Menghemat listrik AC (Air Conditioner) dengan stabilizer

Bisakah AC Watt standar kita ubah menjadi lebih rendah, agar konsumsi listrik AC lebih rendah? 






Atau modifikasi lain sistem kelistrikannya, namun perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Modifikasi ukuran watt dari bawaannnya tetap memiliki resiko dan bisa saja gagal saat kita melakukannya
  • Perlu dipastikan bahwa dingin yg dihasilkan tidak berubah
  • Part/komponen perlu disiapkan sebagai bagian projek
Beberapa Modifikasi yg bisa di lakukan :
  1. Menggunakan Stabilizer
  2. Menggunakan inverter
  3. Merubah ukuran kapasitor
  4. Mengubah freon

Cara Menghemat listrik AC (Air Conditioner), tips ringan -- bagian 01

Bisakan konsumsi listrik AC (Air Conditioner) rumah kita lebih hemat dengan merubah freonnya? Kondisi cuaca yg panas memaksa AC di rumah kita bekerja lebih lama, dan ini akan membuat konsumsi listrik kita semakin mahal. Adakah cara untuk menghematnya..?

Ada beberapa tips ringan bagaimana cara untuk menghemat konsumsi listrik saat menggunakan AC 
(Air Conditioner):

Percobaan Lampu TL dengan Ballast Elektronik

Pada tulisan kali ini, mulai membahas mengenai Saving Energy. Harga listrik semakin tinggi mendorong perlu dilakukan inovasi dan efesiensi. Kegiatan ini merupakan tugas rutin yg biasa dilakukan sesuai dengan target yg telah di tentukan.

Lampu TL, lampu hemat energi ditambah dengan ballast yg hemat energi tentu semakin efesien konsume listrik yang digunakan. Berikut beberapa percobaan dengan lampu TL Philips Lifemax 36 W dan beberapa ballast.

A. Ballast koil PHILIPS

Type : BTA 36W 220V CDI

 
close