Update Ebook Terbaru : Buku 1 PLN : Kriteria Disain Enjineering Konstruksi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ||Buku 2 PLN : Standar Konstruksi Sambungan Tenaga Listrik || Buku 3 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Rendah Tenaga Listrik || Buku 4 PLN : Standar Konstruksi Gardu Distribusi dan Gardu Hubung Tenaga Listrik || Buku 5 PLN : Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik || Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) Buka Menu Ebook Download Page-2

Mengenal jenis kabel ACSR

Kabel ACSR

Kabel ACSR (Aluminum Conduct Steel Reinforced) termasuk jenis penghantar saluran udara yang tidak berisolasi (telanjang). Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari aluminium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, pada umumnya digunakan untuk menghantarkan arus pada tegangan 500 kV (tegangan ekstra tinggi) atau pada tegangan 150 kV (tegangan tinggi) dari pusat pembangkit ke gardu induk atau gardu distribusi.
, dimana jarak antara menara atau tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR.


Kawat ACSR digunakan untuk kondisi geografis tertentu (antara lain memerlukan bentangan melebihi jarak standar untuk memperkecil andongan dan memperkuat gaya mekanis).

Ilustrasi Bentangan Jarak Antar tiang

KHA Kabel ACSR


Merujuk pada PUIL, berikut tabel KHA terus-menerus dari penghantar udara aluminium 
berteras baja (ACSR).


KHA terus-menerus dari penghantar udara aluminium berteras baja ACSR, dihitung atas dasar kondisi-kondisi berikut:

a) Arus bolak balik 50 Hz
b) Kecepatan angin 0,6 m/detik
c) Pengaruh sinar matahari yang menyebabkan suhu keliling 35 C
d) Suhu penghantar maksimum 80 C

Pada keadaan tanpa angin, KHA terus-menerus tersebut dalam tabel ini harus dikalikan dengan faktor koreksi 0,7 .


Semoga Bermanfaat ..




0 komentar:

Posting Komentar

 
close